Rabu, 23 Maret 2016

Ini Dampaknya Ketika Anak-Anak Muda Mengeksplorasi 'Sharing Economy' Rhenald Kasali

Bahan diskusi mandiri  kuliah Hari ini (Prof RMH tidak masuk):

Ini Dampaknya Ketika Anak-Anak Muda Mengeksplorasi 'Sharing Economy'
Rhenald Kasali

Karena sharing, maka menjadi murah. Selamat datang anak-anak muda pembaharu!

Mereka memang berbeda dengan orang-orang tua yang dibesarkan dalam peradapan “memiliki.” Orang-orang tua tahunya berbisnis itu harus membeli dan menguasai. Jadinya semua mahal. Mobil harus beli sendiri, tanah, gedung, pabrik, bahan baku, semua disatukan dengan nama pemilik yang jelas.

Akibatnya modal jadi besar. Mau buka mal urusannya banyak. Sedangkan generasi milenials cukup pergi ke dunia maya. Serahkan pada pada robot (digital technology), lalu berkumpullah para pemilik barang untuk membuka lapak di sana dan berbagi hasil.

Sama juga dengan membuka usaha transportasi. Yang mahal hanya ide, lalu buat aplikasinya. Siapapun yang punya kendaraan bisa bergabung, dan malam harinya kendaraan tersebut diparkir di rumah masing-masing. Tak perlu jasa keamanan atau pol taksi.

Akibatnya wajar, kalau sebagian generasi tua gagal paham menyaksikan ulah mereka yang memurahkan segala macam harga.

Kalau ini mewabah, gila! Indonesia bakal dilanda deflasi, bukan inflasi. Tapi kini mereka dituduh menerapkan strategi harga predator yang bisa diperkarakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ongkos taksi yang harusnya Rp 150.000, cuma dihargai Rp 70.000.

Kamar penginapan yang permalamnya Rp 1 Juta ditawarkan Rp 200.000. Apa betul ini persaingan tak wajar?

Belum lagi gadget, tiket, atau perabotan sehari-hari. Milenials bukan saja pribumi di dunia digital, melainkan juga sharing economy.

Kriminalisasi atau Legalisasi

Tapi gini ya, ini bukan prostitusi online yang bekerja sembunyi-sembunyi. Mereka hadir terang-terangan di depan mata kita. Bahkan kita sesekali mencicipinya. Tetapi sebagian orang sering menyamakan mereka dengan bisnis ilegal.

Persepsi ini diperburuk oleh ketidakmengertian kita tentang sharing economy yang gejalanya sudah marak dimana-mana. Kita bilang mereka menerapkan strategi “predatory pricing“. Kita juga bilang, aspek keamanan mereka tak terjamin.

Kedua isu itu sudah mereka diskusikan sejak 3 tahun yang lalu. Makanya mereka mengembangkan sistem komunal dan rating. Siapapun yang reputasinya buruk dari consumer experience, mereka drop dari komunitas berbagi itu. Sejarah hidup mereka di-review dari perilaku sehari-hari di dunia maya.

Maka, bagi para orang tua, cara kerja anak-anak muda ini sulit dipahami. Sebagian pengambil kebijakan dan para pelaku usaha lama yang sudah terikat dengan fixed cost yang besar, menuntut agar usaha mereka dihambat. Atau kata publik, dikriminalisasi. Ditangkap, dijebak, dibubarkan, diblokir, dan diusir dari republik ini.

Namun susahnya, dunia sharing ini adalah dunia yang tak mengenal batas-batas negara. Diusir dari sini, ia bisa dioperasikan dari luar negeri. Di luar negri, kriminalisasi, denda dan larangan sudah dilakukan berkali-kali, tetapi mereka kembali hidup lagi di tempat lain, bahkan dimodali Silicon Valley.

Saya sendiri memilih jalan perubahan. Anda tak akan mungkin melawan proses alamiah ini. Daripada terus bertengkar, lebih baik beradaptasi.

Sejak dulu, para ahli sudah mengingatkan, teknologi baru menuntut manusia-manusia berpikir dengan cara baru. Kata Peter Drucker, New Technology X Old Mindset hasilnya: Fail! Gagal! Jadi teknologi baru butuh mindset baru. Itu baru menjadi kesejahteraan.

Jadi, para pelaku usaha yang lama harus berubah seperti tukang-tukang ojek pangkalan yang kini sudah berjaket hijau atau biru.

Sebagian customer masih nyaman pakai taksi langganannya. Tetapi pasarnya tinggal sedikit. Tak sebesar dulu lagi. Nah sebagian lagi, harus disiapkan dengan platform baru: sharing economy. Dan ingat, sebentar lagi pemilik-pemilik hotel pun akan berdemo dan para pekerjanya menuntut dan sejenisnya dibubarkan.

Harta-harta Yang Menganggur

Problem yang muncul dari peradaban owning economy adalah sampah menumpuk dimana-mana, karena semua manusia ingin memiliki sendiri-sendiri. Jalanan jadi super macet di seluruh dunia, air semakin kotor dan gap kaya-miskin begitu besar.

Semua ini disebabkan oleh tragedi kapitalisme yang menghargai penumpukan modal, hak-hak kekayaan individu “yang tak mau berbagi” secara adil dengan efek penguasaan aset-aset strategis.

Padahal dulu, orang-orang tua kita hidup dalam sistem berbagi. Mereka hidup di kampung dan bebas melintasi tanah milik orang lain atau tanah ulayat yang tak berpagar.

Suasananya berubah, begitu tanah-tanah itu dikuasai orang lain yang mampu mengubah status tanahnya. Mereka tak lagi berbagi bahkan untuk sekadar numpang lewat saja.

Peradaban owning economy membuat individu-individu tertentu cepat mengendus harta-harta strategis, dan memagarinya, walau untuk jangka waktu yang lama tak digunakan.

Akibatnya di abad 21 ini lebih dari 50 persen tanah-tanah itu menganggur. Termasuk lahan-lahan pertanian yang kelak akan dialihfungsikan. Maka ia hanya ditumbuhi ilalang dan dipagari tinggi. Para ekonom menyebut istilahnya sebagai underutilized atau idle capacity. Boros, menganggur, tak produktif.

Pabrik-pabrik, perkebunan, vila mewah, mobil-mobil keren, semua dikuasai, tetapi belum tentu dipakai sebulan sekali oleh pemiliknya. Menjadi rumah hantu atau pajangan tak bermanfaat. Nice to have, only!

Sampailah muncul teknologi baru, dengan generasi perubahan. Bagi kaum muda sharing economy dianggap sebagai penyelamat planet ini dari keserakahan manusia. Mereka menggagas ideologi-ideologi praktis tentang kesempatan berbagi. Setelah kewirausahaan sosial, lalu sharing economy.

Mereka bilang, “buat apa membeli yang baru, kalau barang-barang yang lama saja masih bisa dipakai orang lain.” Maka jutaan barang-barang bekas yang ada di garasi dan gudang rumah dijual kembali via e-Bay, OLX atau Kaskus. Gila, piringan hitam zaman dulu hidup lagi. Velg-velg mobil yang sudah langka kini bisa ditemui.

Lalu mereka juga bilang, ”buat apa beli sepeda motor baru, kalau yang ada di masyarakat bisa dijajakan oleh pemilik- pemiliknya.“ Itu menjadi Gojek dan Uber.

Setelah itu kebun-kebun yang menganggur ditawarkan kepada anak-anak muda yang mau bertani, hasilnya mereka bantu jualkan langsung ke konsumen via igrow.com. Lalu pemilik-pemilik rumah-rumah atau satu-dua kamar yang kosong ditawarkan melalui . Bahkan ada tuan rumah yang menawarkan jasa plus sebagai guide buat jalan-jalan. Persis seperti menginap di rumah paman.

Di Prancis ada komunitas yang menawarkan mesin cuci pakaian, bahkan juga mesin cuci piring. Di Indonesia, ada yang menawarkan jasa pijet, yang pesertanya bahkan ada lulusan D3 fisioterapi untuk merawat pasien stroke. Prinsipnya, lebih baik jadi uang daripada rusak tak terawat; lebih baik murah tapi terpakai penuh ketimbang underutilized.

Ketika Sharing Economy menjadi gejala ekonomi yang marak, maka gelombang ini akan terjadi: Deflasi karena harga-harga akan turun, ledakan pariwisata dalam jumlah yang tak terduga karena banyak pilihan menginap yang murah, aset-aset milik masyarakat yang mengganggur menjadi produktif, dan kerusakan alam lebih terjaga.

Sebaliknya, ia juga menimbulkan dampak-dampak negatif: Pengangguran bagi yang tak lolos dalam seleksi alam (persaingan) dengan business model baru ini, kerugian-kerugian besar dari sektor-sektor usaha konvensional yang konsumennya shifting (berpindah), dan kriminalisasi oleh para penegak hukum atau pembuat kebijakan yang terlambat mengatur.

Sekarang negara punya dua pilihan. Pertama, tetap hidup dalam owning economy, dengan risiko pasar yang besar ini menjadi ilegal economy dengan operator pengendali dari luar Indonesia.

Kedua, melegalkan sharing Economy dan mendorong pelaku-pelaku lama menyesuaikan diri

Macam macam teknik marketing

Macam macam teknik marketing :
1. Kamu lihat seorang cewek cantik pada sebuah pesta.. kamu samperin terus langsung ngomong, 'Saya orang kaya, nikah sama saya yuk!' Itu namanya Direct Marketing
2. Kamu lagi di sebuah pesta sama temen-temen gokil kamu terus kamu tiba-tiba lihat ada cewe cakep banget. Salah satu temen kamu samperin tuh cewe sambil nunjuk ke kamu dia ngomong, 'Dia orang kaya, nikah ama dia yah!' Itu namanya Advertising
3. Kamu lihat seorang cewek cantik di sebuah pesta,. kamu samperin terus minta nomor HP-nya.. besokannya kamu telpon dia terus langsung ngomong, 'Saya orang kaya nih, nikah sama saya yuk!' Itu namanya Telemarketing
4. Kamu lihat seorang cewek cantik d sebuah pesta.. kamu rapihin dasi gembel kamu, kamu tuangin minum buat dia, bukain pintu buat dia, bawain barang-barannya, Terus sambil kamu anterin pulang kamu ngomong, 'btw saya orang kaya nih,, nikah sama saya yuk!' Itu namanya Public Relations
5. Kamu lihat cewek cantik di sebuah pesta. Dia nyamperin kamu terus ngomong, 'Kamu orang kaya kan , nikah sama saya yuk!' Itu namanya Brand Recognition
6. Kamu lihat seorang cewek cantik di sebuah pesta.. kamu samperin terus langsung ngomong, 'Saya orang kaya nih,, nikah sama saya yuk!' dan kamu dapet gamparan pedes dari dia..Itu namanya Customer Feedback
7. Kamu lihat seorang cewek cantik di sebuah pesta.. kamu samperin terus langsung ngomong, 'Saya orang kaya nih,, nikah sama saya yuk!' terus dia kenalin kamu ke suaminya..Itu namanya Demand and Supply Gap
8. Kamu lihat seorang cewek cantik di sebuah pesta.. kamu samperin tp belum juga kamu sempet ngomong apa-apa, ada cowo laen dateng terus langsung ngomong, 'Saya orang kaya, nikah sama saya yuk!' ..Itu namanya Marketing Competition
9. Kamu lihat seorang cewek cantik pada sebuah pesta... kamu samperin tp belum juga kamu sempet ngomong apa-apa, ada cowo laen dateng terus langsung ngomong, 'Saya orang kaya nih, nikah sama saya yuk!' dan tuh cewek cabut pergi sama itu cowok.. itu namanya Losing Market Share
10. Kamu lihat seorang cewek cantik di sebuah pesta.. kamu samperin tapi belum juga kamu sempet ngomong 'Saya orang kaya nih, nikah sama saya yuk!' .. Eh. tiba-tiba istri kamu nongol..!! Itu namanya Barrier To New Market Entry. #semangatmarketing

Senin, 07 Maret 2016

10 Tokoh Ekonomi Dunia

10 Tokoh Ekonomi Dunia

1. Adam Smith

John Adam Smith lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5 Juni 1723 dan wafat di Edinburgh, Skotlandia. Beliau adalah seorang filusuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Pada umur 13, Adam Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral dibawah Francis Hutcheson. Disini, Adam Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibitin dan memasuki Kampus Ballil, Oxford, karena William Robbert Scott berpendapat negative akan Universitas Oxford makan Adam Smith meninggalkan kampus itu pada tahun 1746.

Tahun 1748, Smith memulai berkuliah di Edin burgh dibawah bimbingan Lord Kames. Sebagian dari perkuliahannya menyinggung retorika dan belles-letters. Tahun 1751 Smith ditunjuk sebagai ketua dewan lgika di Universitas Glasgoow, dipindahkan pada tahun 1752 ke Dewan filosofi moral Glasgow, pernah ditinggali oleh gurunya yang terkenal Francis Hutcheson. Kuiahnya mencakup etika, retorika, jurispundens, politik ekonomi dan “polisi dan keuntungan” Tahun 1759 dia menerbitkan Teori dari Sentimen Moral, memasukkan sebagian kuliahnya di Glasglow. Tahun 1778 Smith ditunjuk untuk menduduki pos sebagai komisioner untuk cukai di Skotlandia dan hidup bersama ibunya di Edinburgh. Tahun 1783 dia menjadi salah satu pendiri Royal Society of Edinburgh dari tahun 1787-1789 dia mendapat kehormatan Lord Rektor Universitas Glasgow. Dia meninggal di Edinburgh pada 17 Juli 1790 karena sakit keras dan dimakamkan di Canogatw Kirkyard.

Buku yang sangat terkenal dalam dunia ekonomi adalah yang berjudul “The Wealth Of Nation” (1776). Dalam buku ini ia menyatakan bahwa kemajuan manusia dan tatanan social suatu masyarakat akan tercipta apabila setiap individu yang ada di dalamnya mengejar kepentingannya sendiri-sendiri.

2. Hernando De Soto

Hernando de Soto lahir di Arequipa, 3 juni 1941. Dia adalah seorang ekonom dari Peru yang dikenal di bidang ekonomi informal. Saat ini ia menjabat sebagai direktur institute Kebebasan dan Demokrasi (institude for Liberty and Democracy), di Lima, Peru. yaitu sebuah lembaga-lembaga penelitian independent.Ayahnya adalah seorang diplomat Peru. Setelah kudeta militer 1948 di Peru, ayahnya memilih pengasingannya di eropa, membawa istri dan dua anak muda dengan dia. De Soto dididik di Swiss, dimana ia melakukan pasca-sarjana bekerja di Institut Studi Pascasarjana. Internasional di Jenewa. Dia kemudian bekerja eksekutif, ekonom perusahaan dan konsultan. Dia kembali ke Peru pada usia 38, adiknya Alvaro bertugas di korps diplomatic Peru di Lima, New York dan Jenewa dan diperbantukan pada PBB pada tahun 1982, ia pension dari PBB pada tahun 2007 dengan judul Asisten Sekretaris Jenderal. Dia sangat dikenal sebagai penasehat internasional.

Tahun 2000 Hernando De Soto mengarang buku berjudul “ The Mysteri of Capital” yang memberi masukan bagi disiplin ilmu ekonomi dan kegiatan ekonomi Negara-negara berkembang. Dalam buku ini disebutkan bahwa sebenarnya kekayaan yang dimiliki Negara-negara berkembang sangat banyak. Absennya system hokum dan dalam penerimaan Negara. Korupsi dan kolusi serta berbagai praktek penyelewengan hokum membuat banyaknya kekayaan yang dimiliki Negara-negara berkembang tidak ada artinya dari Negara-negara maju yang kelebihannya justru terletak pada system hokum yang sudah mapan.

3. David Richardo

Lahir di London, Inggris. 19 April 1772, merupakan anak ketiga dari 17 anak-anak Yahudi Sephardic keluarga asal Portugis yang baru saja pindah dari Republik Belanda. Ayahnya adalah seorang yang sukses pialang saham. Pada usia 21, Ricardo kawin lari dengan Quaker, Priscilla Anne Wilkinson, menyebabkan keterasingan dari keluarganya. Ayahnya tidak megakui dirinya dan ibunya tampaknya tidak pernah berbicara kepadanya lagi. Tanpa dukungan keluarga, ia memulai bisnis sendiri sebagai pialang saham, dimana ia menjadi cukup sukses berkat ke koneksi yang dibuat ketika bekerja dengan ayahnya.

Pada saat perkawinan, Ricardo terputus dari Yudaisme dan menjadi Unitarian. Dia memiliki delapan anak, termasuk tiga anak, di antaranya Osman Ricardo dan lain David Ricardo, menjadi anggota parlemen, sementara yang ketiga, Mortimer Ricardo, menjabat sebagai seorang perwira di Garda Hidup dan merupakan wakil letnan untuk Oxfordshire . Dia adalah salah satu anggota asli dari Masyarakat Geologi. Putrinya Sarah Ricardo-Porter , yang menikah George R. Porter dan seorang penulis dalam haknya sendiri (misalnya, Percakapan dalam aritmatika).
Ricardo menjadi tertarik di bidang ekonomi setelah membaca Adam Smith 's The Wealth of Nations tahun 1799 berlibur ke resort Inggris Bath . Ini adalah kontak pertama Ricardo dengan ekonomi. Dia menulis artikel pertamanya pada usia 37 ekonomi dan dalam waktu sepuluh tahun ia mencapai puncak ketenarannya.

Pada tahun 1819, Ricardo mengambil kursi di House of Commons , mewakili Portarlington , seorang Irlandia wilayah busuk . Dia memegang kursi, yang awalnya telah dibuat tersedia baginya oleh temannya "Percakapan" Richard tajam , sampai kematiannya pada tahun 1823.
Buku yang dikarangnya berjudul “Principles of Political Economy and Taxation (1817). David yakin bahwa dengan bertambahnya modal adalah kunci dari pertumbuhan ekonomi bangsa, dan satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu dengan mendorong sektor produksi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

4. Joan Violet Robinson

Joan Violet Robinson lahir pada tanggal 31 Oktober 1903 di Surrey dan meninggal pada tanggal 5 Agustus 1983, Cambridge. Dia aadalah seorang ekonom pasca-Keynesian yang terkenal karena pengetahuannya tentang ekonomi monoter dan beragam kontribusi untuk teori ekonomi. Dia adalah putri dari Mayor Jenederal Sir Frederick Maurice Barton dan menikah dengan sesame ekonom Austin Robinson.

Keluarganya adalah keluarga golongan menengah. Ayahnya seorang jenderal, penulis, dan akhir hidupnya menjadi pemimpin sebuah akademi yang selanjutnya menjadi cikal bakal universitas London. Ibunya seorang putri dari seorang profesor di universitas Cambridge. Robinson sekolah di St. Pauls, sebuah sekolah khusus purti, dimana ia belajar sejarah. Kemudian Robinson meneruskan pendidikannya ke Girton College. Kemudian ia meneruskannya lagi ke Cambridge untuk belajar ekonomi. Beberapa tahun ia tinggal di India bersama suaminya (ahli ekonomi Austin Robinson), Robinson menghabiskan waktunya selama setengah abad sesudah kelulusannya pada tahun 1925 untuk mengajar dan sebagai dosen di universitas Cambridge sampai tahun 1984. Pada Tahun 1930 Robinson menjadi aktivis di Cambridge Circus sebuah kelompok kecil para ahli ekonomi yang membantu Keynes.
Karya-karyanya yang berhasil diterbitkan:
- Economics of Imperfect Competition, London, Macmillan, 1933
- Introduction to the Theory of Employment, London, Macmillan, 1937a.
- Essay in the Theory of Employment, London, Macmillan, 1937b.
- An Essay on Marxian Economics, London, Macmillan, 1942.
- “The Production Function and the Theory of Capital,” Review of Economics Studies, 21, 2 (1953- 1954). Di cetak ulang dalam Robinson (1980), Vol. 2, hlm. 114-131.
- The Accumulation of Capital, London, Macmillan, 1956.
- Economics Heresies: Some Old-Fashioned Question in Economic Theory, New York, Basic Books, 1971.
- An Introduction to Modern economics, New York, McGraw Hill, 1973, dengan John Eatwell.
- Collected Economic Pappers, 5vols, Cambridge, Massachuttes, MIT Press, 1980.

5. John Maynard Keynes

John Maynard Keynes lahir di Cambridge, Bratania raya, 5 Juni 1883 dan meninggal di East Sussex, Inggris, 21 April 1946. John Maynard Keynes lahir ketika Karl Max sang pecentus ideology Marxisme meninggal. Dia seorang ahli ekonomi Inggris sekaligus pemimpin Bank of England yang telah mengubah ilmu ekonomi menjadi suatu mesin bagi revolusi perubahan saat Inggris mengalami badai resesi dan krisis perekonomian. Keynes juga merupakan tokoh penentang terhadap perjanjian Versailles yang sangat merugikan Jerman pasca PDI yang dianggapnya justru memicu perang. Ide-idenya yang radikal mempunyai dampak luas pada ilmu ekonomi modern. John Maynard lahir dari keluarga kelas menengah, terbukti dari profesi ayahnya John Neville Keynes adalah ekonom dan dosen di Universitas Cambridge dan ibunya seorang walikota Cambridge.

Ia terutama menjadi terkenal dengan karyanya “The General Theory of Employment, Interest and Money” (1936) yang merupakan reaksi terhadap Depresi Besar Amerika Serikat pada tahun 1930-an.
Pada bukunya obyek penelitian Keynes lebih tertuju pada hal-hal yaitu ekonomi makro, ekonomi jangka panjang, ekonomi moneter, dan perubahan kuantitas. Keynes mulai dikenal didunia internasional berkat buku pertamanya yang berjudul “The Economics Consequences of Peace” ( 1915 ). Sekitar tahun 1923 menulis buku kembali yang berjudul “A Tract of Monetary Reform”, tahun 1926 menulis buku yang berjudul “The End of Laissez Faire” dan pada tahun 1930 menulis buku berjudul “A Treatise on Money”.

Tahun 1940 Keynes menjadi penasihat ekonomi Pemerintah Inggris, kemudian tahun 1941 menjadi Gubernur Bank Inggris dan tahun 1942 ia mendapat gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan memperoleh nama Baron Keynes dari Tilton.

6. Alfred Marshall

Lahir di Bermondsey, London 26 July 1842 adalah bapak ilmu ekonomi Neoklasik (1890) dan terkenal sebagai tokoh ekonomi saat itu dan salah satu tokoh yang paling berpengaruh. Ayahnya adalah juru tulis di Bank Inggris, ibunya adalah anak seorang penjual daging. Meskipun keluarga ini tidak kaya, mereka sangat menghargai pendidikan dan mengirimkan Marshallke sekolah yang baik. Dan ia menjalani pendidikan di Sekolah Merchant Taylor, Northwood dan St John's College, Cambridge, di mana ia menunjukkan sebuah bakat dalam matematika, meskipun ayahnya menekankan pada sastra klasik dan bahas, tetapi Marshall lebih tertarik kepada matematika dibanding ilmu-ilmu kemanusiaan.
Dengan bantuan keuangan dari pamannya, Marshall masuk ke Universitas Cambridge dimana ia belajar matematika, filsafat dan ekonomi politik. Ketertarikannya pada filsafat sangat kuat. Tetapi Marshallmemutuskan untuk mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi.

Marshal menikahi Maria Palley pada tahun 1877, Maria Palley tersebut adalah muridnya ketika dia mengajar di St John’s College di Cambridge. Pada 1879 ia menulis tentang perdagangan internasional dan masalah protektionisme

Karya-karyanya yang berhasil diterbitkan yaitu:
- Elements of Economics of Industry, London, Macmillan, 1879.
- Principles of Economics (1890), London, Macmillan, edisi kedelapan ,1920.
- “National Taxation after the War,” dalam W.H.Dawson (ed.), After-War Problems, London, Allen & Unwin, 1979, hml. 313-45
- Industry and Trade, London, Macmillan, 1919.
- Money, Credit, and Commerce, London, Macmillan, 1923.
- The Pure Theory of Foreign Trade, London, London School of Economics and Political Science, 1930.
- The Early Writings of Alfred Marshall, 1867-1890, 2 vol., ed. John K, Whitaker, New York, Free Press, 1975.
- "Mr Jevons's Theory of Political Economy", 1872, Academy .
- "A Note on Jevons" , 1874, Academy .

7. Irving Fisher

Irving Fisher lahir pada tanggal 27 Februari 1867 dan meninggal pada tanggal 29 April 1947 di New York City. Dia adalah tokoh ekonomi neoklasik Amerika yang pertama sekaligus aktivis kesehatan kebangsaan Amerika Serikat. Ia sebagai salah satu ekonom pertama yang memperkenalkan pendekatan matematis yang revolusioner dalam ekonomi.Reputasinya saat ini mungkin lebih tinggi daripada masanya. Beberapa istilah yang digunakan seperti namanya, seperti Persamaan Fisher, Hipotesis Fisher, dan Teorema Pemisahan Fisher. Pemikirannya antara lain Walrasian Equillibrium (keseimbangan Walrasian) serta konsep kurva Phillips. Fisher juga menemukan system rolodex yang digunakan dalam perbankan dan ia juga menemukan teori harga (Price Theory).

8. Amadeo Peter Giannini

Lahir di San Jose California AS 3 Juni 1870 dan meninggal di San Mateo California AS 3 Juni 1949 anak seorang imigran dari Genoa Italia. Ayahnya seorang petani yang meninggal dalam suatu perkelahian ketika Giannini berumur 7 tahun. Ibunya kemudian menikah lagi dengan Lorenzo Scatena seorang pengemudi truk yang kemudian merambah dalam dunia bisnis. Giannini meninggalkan bangku sekolah pada umur 14 tahun untuk membantu ayahnya. Di usia 19 tahun, dia sudah menjadi mitra ayahnya mengembangkan usaha. Pada usia 31 tahun Giannini menjadi dewan pengurus lembaga perbankan Colombus Savings & Loan Society.

Dia adalah tokoh terkemuka di bidang perbankan dan ekonomi Amerika Serikat yang berjasa pada kalangan ekonomi lemah dan pengusaha kecil. Dia adalah Bankir yang paling berani memberi pinjaman kepada masyarakat kalangan bawah di saat para bank hanya memberikan pelayanan kepada para pebisnis besar dan orang kaya. Giannini adalah pendiri bank of America yang sampai kini masih eksis.

Tahun 1919 dia mengelola Bancitaly Corp sebagai pijakan untuk ekspansi ke seluruh Amerika Serikat. Perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Trans America Corp tahun 1928 yang memberikan pelayanan financial termasuk mendirikan bank di mancanegara. Pada tahun yang sama ia membeli Bank of America di New York salah satu lembaga keuangan tertua di kota tersebut. Gianinni pensiun tahun 1930 dan pindah ke Eropa dengan keyakinan penerusnya akan melanjutkan semangatnya. Tetapi pada masa depresi ekonomi di Amerika, Manajemen Trans America berganti focus dan melenceng dari semangat awal Gianinni. MErasa di Khianatai, ia kembali ke Amerika dan kembali lagi memegang kendali. Dia selalu mendorong semua pegawainya menjadi pemegang saham bank. Ia kemudian menggabungkan Bank Trans America California di bawah nama Bank of America. Tindakannya itu ternyata mampu menyelamatkan keadaan keuangan.
Gianinni meninggal pada usia 79 tahun meninggalkan harta tidak kurang dari 500.000 dolar. Dia bisa saja menjadi miliyuner, namun ia menganggap kekayaan sebagai sesuatu hal yang remeh. Dia berkeyakinan bahwa kekayaan akan menghilang sentuhannya terhadap orang-orang yang dilayaninya. Selama beberapa tahun dia sempat tidak di gaji, dan ketika menerima bonus sebesar 1,5 juta dolar ia langsung menyumbangkannya kepada University of California.

9. Charles Merril

Charles Merrill lahir di Green Grove Springs Florida AS, 19 Oktoer 1885 dan meninggal tahun 1956 adalah pelopor demokratisasi pasar modal asal Amerika Serikat. Pandangannya yang kukuh bahwa investor kecil adalah tulang punggung bursa saham terbukti hingga kini. Hingga saat meninggalnya, ia tak kenal lelah memasyarakatkan pasar modal, dan kini investasi di pasar modal bukanlah barang asing bagi masyarakat Amerika.

Ia adalah investor pertama yang berkeyakinan bahwa toko berantai (chain stores) akan mendominasi perdagangan eceran. Merril menjadi miliyuner dengan memodali perusahaan perdagangan SS Kresge (kini K Mart) dan Safeway Stores. Ia segera menjadi orang ternama di wall street yang memprediksi terjadi Great Crash tahun 1929. Pada bulan Februari 1929 Merrill menyadari bahwa kehancuran pasar modal makin dekat sehingga ia menjual portofolio saham perusahannya. Tindakan ini sangat tepat karena bulan Oktober resesi ekonomi benar-benar terjadi.

Merill adalah pelopor bagi demokratisasi bursa saham. Menurutnya, Wall Street bukanlah “mainan: orang-orang dalam wall streets saja, tetpai juga jalan utama bagi semua orang Amerika. Kini banyak pemodal yang bermunculan seperti JP Morgan atau Warren Buffet, namun hanya Charlie Merrill yang mempunyai dampak luas. Demokratisasi pasar modal merupakan satu-satunya trend paling berpengaruh dalam setengah abad ini. Statistik menujukkan separo rumah tangga Amerika melakukan investasi, padahal pada tahun 1945 baru berjumlah 16%. Investor kecil membuktikan lebih besar pengaruhnya dan menjadi basis utama bursa saham.

10. Milton Friedman

Milton Friedman adalah ekonom Amerika dan intelektual publik. Ia meninggal di San Francisco(California), karena gagal jantung pada tanggal 16 November 2006. Lahir di New York, 31 Juli 1912 dan ia adalah bungsu empat bersaudara dari anak keluarga imigran Yahudi asal Ukraina.
Ia telah menyumbangkan sejumlah pemikirannya dalam makro-ekonomi, mikro-ekonomi, sejarah ekonomi, dan statistik kepengacaraankapitalisme laissez-faire. Pada 1976, dia mendapat Penghargaan Hadiah Nobel "untuk pencapaiannya di bidang analisis konsumsi, teori dan sejarah moneter, dan demonstrasi kompleksitas dari kebijakan tentang stabilisasi"

Milton menganjurkan kebaikan system pasar bebas dan kebutuhan untuk meminimalkan peraturan pemerintah. Dia menentang terhadap aliran Keynes dalam perbaikan permintaan agregat. Kebijakan itu menurutnya membuat ekonomi tidak stabil. Ia justru menyarankan pemerintah meningkatkan persediaan uang pada tingkat yang sama dengan peningkatan output nasional jangka panjang untuk menghilangkan kecenderungan inflasi. Aliran ini sangat berpengaruh tahun 1980-an. Ia juga menjelaskan mengapa kita menghargai uang kertas. Pandangan ini tertuang dalam bukunya yang berjudul “ Free to Choice” ( 1980) yang ditulis bersama istrinya Rose Friedman, mereka menjelaskan bahwa semua orang mau menerima uang, karena ia yakin bahwa orang lain juga mau menerimanya dan buku-buku yang lainnya yaitu “Capitalism and Freedom” tahun 1962, “A Monetary History of the United States” tahun 1963, “Dollars and Deficits” tahun 1968, “A Theoretical Framework for Monetary Analisis” tahun 1971, dan “Free to Choice” tahun 1980.
Diposkan 6th February 2012 oleh Saidati Cholidia
Label: Pengetahuan