Kamis, 20 Oktober 2016

Internet marketing"

Resume kulwap 13 Mei

"Internet marketing"
By. Mr. Elang Y.

1⃣ Contoh isi konten yg menarik itu seperti apa (apa aja aspek yg harus diperhatikan)?

-Nita Jkt-

1⃣Contoh isi konten yg menarik adalah yang membuat EMOSI pembacanya keluar:
bisa tawa, sedih, haru, cemas, kesal, dsb

Jadi konten bisa macem2.

Ada gambar & video yang lebih banyak cepat ditangkap mata (dibandingkan tulisan).

2⃣ Gmn cara ngebangun kepercayaan org supaya yakin barang kita itu enak (sharingnya gmn)?

-Nita Jkt-

2⃣Ini mulai menarik ya.
Pernah perhatikan foto2 makanan di restoran??

Semua kelihatan enak kan?
karena disajikan dengan SEMPURNA
dan difoto dengan SEMPURNA
terus dicetak di buku menu / foto dinding yang bikin orang yg melihat ngiler,

Itu dari gambar.
karena makanannya disajikan dengan SEMPURNA
next,
kalo dari tulisan, bisa dari testimoni tokoh, atau testimoni pelanggan sebelumnya

yang menyatakan bahwa produk kita enak, ngangenin, bikin ketagihan... lumer di mulut... apalah apalah pokoknya enak deh.
: Apalagi kalo resto / tpt usaha kita pernah diliput media,
wah itu bisa jadi pemicu EMOSI calon pelanggan berikutnya.

"Kayaknya enak nih... udah diliput media A.
Coba ah..."
Jadi kita bisa sharing dari gambar / video
dari tulisan / testimoni
dan dari media / pihak yang bisa dipercaya

3⃣ Tata cara sharing yg menarik dan g bikin org ngerasa keganggu kl kita jualan lewat wa,line atau bbm itu ky gmn?

-Nita Jkt-

3⃣kalo mau sharing, ya sharing aja. TAPI...

Untuk di group WA & BBM perlu tau ada waktu sharing iklan gak di group tsb.
supaya ga "nyepam" info yang suka dianggap sampah "iklan jualan"

kalo di BBM bisa sering2 ganti DP, Name, Personal Message & Status
di Line bisa sering2 posting di Timeline & ganti profil foto
di WA sering ganti DP sama status

Buat di BBM kalo mau broadcast jangan tiap hari,
apalagi sehari 3x broadcast (BC)

Kira2 seminggu boleh 3-5x BC dengan komposisi dari 2-4 BC adalah tips / trik / info.
sisanya boleh BC jualan

kalo di WA bisa buat group khusus buat bina reseller / agen misalnya,
jd yg minat dapat info hanya yg masuk group aja.
Tapi enaknya di WA, kalo nge-BC jadi keterima kaya japri. jadi silakan aja sama tips nya dengan BBM

kalo di Line, baiknya bikin akun Line@
jadi seperti fanspage, itu jadi akun jualannya
profil pribadi kita ya isinya hal pribadi

4⃣Kl udh ngelakuin semua cara itu tp masih sepi apa yg salah?

Makasih pak..

-Nita Jkt-

4⃣. Produknya mba nita ini apa ya?

Yakin udah lakuin itu semua??
wong sharing Optimasi FB aja baru saya posting di sini malam ini. hehehe

Mungkin saya balik tanya,
setiap keluarin jurus / strategi, ada pengukuran gak?

Misal: minggu ini saya posting 3 status per hari x 7 hari,
minggu sebelumnya status jarang2, hampir gak ada

apa ada peningkatan order minggu ini?
kalo belum maksimal, bisa jadi teman2 sosmed kita masih sedikit,
followernya masih sedikit, yg like juga sedikit

sebelumnya saya share minimal 1000 teman BBM ya?
udah punya?

Kalo teman belum 1000 alias baru 300 ya kemungkinan besar yg order ga begitu banyak.

5⃣Mana yg prioritas, cari follower sebanyak2nya dulu atau fokus di produk ( nambah varian, banyakin postingan,dll). Atau harus jalan bersama. Pengalamanku keteter kalo jalan bareng.hehhe

-Feri Jogja-

5⃣Mba feri produsen ya?

Sambil mengutip materi saya:
"Nah, buat yang baru mulai usaha / baru mau, saran saya: Jadilah JAGO JUALAN dulu, jangan mikir produksi. Artinya, pilihlah buat jualin barang-nya orang dulu sampe kebanjiran order, lalu dilanjutkan susun sistem reseller & keagenan. Nah, jika sudah sukses barulah boleh memutuskan memPRODUKSI sendiri."

Lha kalo udah terlanjur produksi?
Cari orang yang bisa JAGO jualin, termasuk jago online-kan

Karena Anda harus fokus ke produksi, bikin produk bagus.
Sampe punya tim produksi + General Manager nya yg ngurus semua prentilan itu.

baru Anda bisa fokus ke gedein BISNIS & dongkrak SELLING nya lagi.

Kalo awalan memang harus CERDAS banget dalam produksi sambil kelola sosmed biar cukup 3 jam per hari, tapi orderan lancaaarrr.

6⃣Apa tanggapan pak elang mengenai ig yh digembog? Apakah efektif untuk nambah follower, apakah etis, atau gimana?

-Feri Jogja-

6⃣. IG yang digembok itu hanyalah salah satu (dari sekian banyak) trik jualan.
itu tujuannya agar orang2 bs follow dulu (dan si owner bs hitung jumlah perkembangan follower tiap hari)

Itu juga cukup efektif nambah follower kok.

Siang dibuka gembok, malam dikunci gembok. hehe, atau sebaliknya

Tapi ada juga yg ga pake digembok,
Semuanya etis.

7⃣Apakah rekomended untuk join grup sfs?

-Feri Jogja-

7⃣. ini bahas IG ya, sip.
buat yg followernya masih sedikit dan budget promo relatif ga banyak, SFS bisa bantu.
Tapi kalo bisa ya bayar aja jasa paid promote,
supaya IG kita dipromosikan oleh akun2 yang followernya udah banyak & bs lbh mudah terukur perkembangannya.

Ingat, kalo SFS harus mau saling promosikan ya, jadi akun IG kita bakal diisi produk2 lain juga. namanya juga saling bantu promote.
kecuali ada ketentuan boleh hapus postingan produk teman SFS setelah sekian hari.

8⃣Gmn caranya agar web.kita dikunjungi byk orang?

8⃣ .Pastikan web kita diisi konten dengan lengkap.
ada produk, foto, deskripsi, harga (kalo perlu)

ada halaman / ket ttg kami / perusahaan / usaha
ada halaman / ket cara memesan / beli
+ ttg cara jadi reseller / agen
+ FAQ
dan info2 lainnya yg banyak dicari orang

bikin web kita juga tampilannya rapih, menarik

kalo udah oke semua,

sering2 share LINK tiap kita nulis artikel / postingan di web
share ke semua sosmed yang kita punya
jadikan personal message BBM / sesekali broadcast
kasih tau teman2 via berbagai media

9⃣ Jika kita sdh punya akun fb untuk memulai bisnis sebaiknya buat akun baru atau pakai akun lama ya?jika akun lama sebaiknya ganti nama atay promo d status aj?terima kasih
Rika - bekasi

9⃣. Kalo sudah punya FB (profil), boleh kita bikin profil lagi buat jualan. gak wajib,
Tapi wajib bikin fanspage buat jualan,

karna dari FB memang kasih fitur & aturan gitu.
profil buat urusan pribadi, jangan terlalu selalu jualan.
fanspage bisa buat jualan sampe berbusa... hehe

nanti semua teman2 profil Fb kita diarahkan buat like & berinteraksi sama fanspage utk komunikasi soal produk jualan

oya, nanti FB akan luncurkan fitur baru GROUP khusus buat jualan lho,
jadi nanti kayak masing2 pemilik group tsb serasa punya OLX sendiri gitu

Selasa, 04 Oktober 2016

Quality Control (Pengendalian Mutu/Kualitas)

Quality Control (Pengendalian Mutu/Kualitas)

Sejarah Quality Control

Sejarah Quality Control setelah Perang Dunia II ( 1939-1945) pada saat kekalahan Jepang atas Amerika :
Tahun 1945, Jepang mengalami kekelahan perang dengan Amerika. Penyebabnya adalah Amerika negara yang besar dan mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan Jepang, demikian juga untuk kualitas peralatan perangnya, amerika menghasilkan peralatan yang kualitasnya baik. Deming, W. Edwards (1900-1993), orang statistik dan tenaga ahli manajemen berkwalitas yang bertindak sebagai seorang guru, penasehat, dan konsultan bagi sejumlah korporasi penting, para pemimpin bisnis, dan tenaga ahli pengendalian mutu. Deming revitalize dibantu ekonom Jepang yang mengikuti Perang Dunia II ( 1939-1945) dan mengadakan revolusi praktek bisnis dari banyak perusahaan di (dalam) Amerika Serikat sepanjang 1980s Tahun 1950, Pada perang Amerika dengan Korea Utara, Jepang menjadi basis militer Amerika terutama untuk memperbaiki peralatan tempur Amerika, disinilah awalnya Jepang kemudian belajar mengenai Quality Control. Tahun 1954, E. Deming ( Seorang Ilmuan dari Amerika ) diundang datang ke Jepang untuk memberi kuliah mengenai Quality Control. Tahun 1960, Jepang mulai mengadopsi dan menerapkan Quality Control pada industri – industrinya.

Definisi kualitas

Secara umum dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan satu atau lebih karakteristik yang terdapat didalam suatu barang atau jasa tertentu (Christina,2004).
Karakteristik kualitas terbagi menjadi tiga tipe yaitu phisical (contoh panjang, berat), sensory (contoh, rasa, warna) dan time orientation (contoh, durability, yaitu seberapa lama produk itu dipakai. Delapan dimensi dari kualitas adalah performance, reliability, durability, serviceability, aesthetics, features, perceived quality, dan conformance standart.

Kualitas dapat dibagi kedalam dua katagori yaitu kualitas produk dan kualitas proses (Christina,2004). Tingkat kualitas dari suatu disain produk akan berbeda-beda disesuaikan dengan segment pasar yang ingin dicapai, tujuanya adalah untuk memfokuskan pada permintaan konsumen (costumer requirements). Sementara kualitas proses tujuanya adalah agar perusahaan dapat menghasilkan proses produk dan jasa yang sempurna (error-free products) melalui penerapan total quality management. 

Pengertian Quality Control 

Pengendalian mutu (Quality Control), atau QC untuk akronimnya, adalah suatu proses yang pada intinya adalah menjadikan entitas sebagai peninjau kualitas dari semua faktor yang terlibat dalam kegiatan produksi. Terdapat tiga aspek yang ditekankan pada pendekatan ini, yaitu:
Unsur-unsur seperti kontrol, manajemen pekerjaan, proses-proses yang terdefinisi dan telah terkelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan identifikasi catatan.Kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi.Elemen lunak, seperti kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya organisasi, motivasi, semangat tim, dan hubungan yang berkualitas.Lingkup kontrol termasuk pada inspeksi produk, di mana setiap produk diperiksa secara visual, dan biasanya pemeriksaan tersebut menggunakan mikroskop stereo untuk mendapatkan detail halus sebelum produk tersebut dijual ke pasar eksternal. Seseorang yang bertugas untuk mengawasi (inspektur) akan diberikan daftar dan deskripsi kecacatan-kecacatan dari produk cacat yang tidak dapat diterima (tidak dapat dirilis), contohnya seperti keretak atau kecacatan permukaan. Kualitas dari output akan beresiko mengalami kecacatan jika salah satu dari tiga aspek tersebut tidak tercukupi.

Penekanan QC terletak pada pengujian produk untuk mendapatkan produk yang cacat. Dalam pemilihan produk yang akan diuji, biasanya dilakukan pemilihan produk secara acak (menggunakan teknik sampling). Setelah menguji produk yang cacat, hal tersebut akan dilaporkan kepada manajemen pembuat keputusan apakah produk dapat dirilis atau ditolak. Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan merupakan upaya untuk meningkatkan dan menstabilkan proses produksi (dan proses-proses lainnya yang terkait) untuk menghindari, atau setidaknya meminimalkan, isu-isu yang mengarah kepada kecacatan-kecacatan di tempat pertama, yaitu pabrik. Untuk pekerjaan borongan, terutama pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh instansi pemerintah, isu-isu pengendalian mutu adalah salah satu alasan utama yang menyebabkan tidak diperbaharuinya kontrak kerja. 

Berikut ini adalah pengertian Pengendalian Mutu (Quality Control) menurut tiga orang ahli yang berbeda:
Menurut Noor Fitrihana Definisi Quality Control (pengendalian mutu) adalah semua usaha untuk menjamin (assurance) agar hasil dari pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan memuaskan konsumen (pelanggan).Pengendalian kualitas (Quality Control) menentukan komponen-komponen mana yang rusak dan menjaga agar bahan-bahan untuk produksi mendatang jangan sampai rusak. Pengendalian kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang rusak (Reksohadiprojo, 1995).Kualitas secara umum adalah membuat produk atau jasa yang tepat pada waktunya, pantas digunakan dalam lingkungan, memiliki zero defacts dan memusakan konsumen (pond,1994).

 

Tujuan Metode Quality Control

Tujuan quality control adalah agar tidak terjadi barang yang tidak sesuai dengan standar mutu yang diinginkan (second quality) terus-menerus dan bisa mengendalikan, menyeleksi, menilai kualitas, sehingga konsumen merasa puas dan perusahaan tidak rugi.
Tujuan Pengusaha menjalankan QC adalah untuk menperoleh keuntungan dengan cara yang fleksibel dan untuk menjamin agar pelanggan merasa puas, investasi bisa kembali, serta perusahaan mendapat keuntungan untuk jangka panjang. Bagian pemasaran dan bagian produksi tidak perlu melaksanakan, tetapi perlu kelancaran dengan memanfaatkan data, penelitian dan testing dengan analisa statistik dari bagian QC yang disampaikan kepada pihak produksi untuk mengetahui bagaimana hasil kerjanya sebagai langkah untuk perbaikan. Saat pelaksanaan pengujian QC dan testing bila ditemukan beberapa masalah khusus, perlu dibuat suatu study agar dapat digunakan untuk mengatasi masalah di bagian produksi tersebut.

Di samping tersebut di atas tugas bagian QC yaitu jika terjadi komplain, mengadakan cek ulang dan menyatakan kebenaran untuk bisa diterima secara terpisah lalu dilaporkan kepada departemen terkait untuk perbaikan proses selanjutnya. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pengendalian biaya (Cost Control)
Tujuannya adalah agar produk yang dihasilkan memberikan harga yang bersaing (Competitive price)
2. Pengendalian Produksi (Production Control)
Tujuanya adalah agar proses produksi (proses pelaksanaan ban berjalan) bisa lancar, cepat dan jumlahnya sesuai dengan rencana pencapaian target.
3. Pengendalian Standar Spesifikasi produk
Meliputi aspek kesesuaian, keindahan, kenyamanan dipakai dsb, yaitu aspek-aspek fisik dari produk.
4. Pengendalian waktu penyerahan produk (delivery control)
Penyerahan barang terkait dengan pengaturan untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat waktu pengiriman, sehingga dapat tepat waktu diterima oleh pembeli.