Rabu, 03 Januari 2018

Cara Rasululah SAW Taklukan Ekonomi Yahudi.

*Cara Rasululah SAW Taklukan Ekonomi Yahudi.*
October 7, 2017
    
Oleh: Dr. Tiar Anwar Bachtiar

Hijrah Rasulullah Saw. dari Mekah ke Madinah menandai awal baru sejarah dakwah Nabi Saw. Di Mekah selama 13 tahun ibarat kawah candradimuka yang menempanya bersama para sahabat dengan kegetiran dan kepahitan. Sepuluh tahun berikutnya di Madinah Rasulullah mulai menapaki kemenangan demi kemengangan dakwah hingga sampai pada kemenangan terindah Futuh Mekah pada tahun ke-8 dari hijrah.

Selain keimanan dan ketaatan pada Allah Swt. yang mutlak serta keikhlasan dalam berjuang yang sulit dicari tandingnya, tentu ada anasir-anasir strategis yang dilakukan Rasulullah Saw. dalam merespon kondisi masyarakat yang dihadapinya.

Syaikh Ramadhan Al-Buthi menyebutkan tiga strategi Rasulullah Saw. sebagai fondasi awal membangun Madinah, yaitu:
1. Membangun mesjid,
2. Mempersaudarakan kaum Muslim,
dan
3. Melakukan perjanjian damai dengan berbagai komunitas yang ada di Madinah.

Ketiga hal ini menandakan bahwa dalam mengawali perjuangannya di Madinah, Rasulullah Saw.
1. Mendahulukan membangun keimanan dan mentalitas masyarakat,
2. Membangun persatuan di antara komunitas Muslim, dan
3. Mengamankan komunitas Muslim dari kemungkinan-kemungkinan gangguan dari pihak luar dengan cara membangun harmoni sosial dengan komunitas manapun yang ada di Madinah saat itu.

Namun, ada satu hal yang mendesak yang dihadapi Rasulullah Saw., yaitu ekonomi Madinah saat itu dikuasai oleh orang-orang Yahudi.

Penduduk asli Madinah, suku Aus dan Khazraj, walaupun lebih lama tinggal di Madinah, tapi kehidupan ekonomi mereka berada di bawah kontrol orang-orang Yahudi.

Salah satu yang menyebabkan penguasaan Yahudi terhadap ekonomi Madinah adalah penguasaan mereka atas pasar.

Bahkan bukan hanya pasar, orang-orang Yahudi, di Madinah ini juga memiliki pusat-pusat pengolahan pertanian yang cukup besar di Madinah seperti di Khaibar. Hal ini semakin memperkuat dominasi Yahudi atas perekonomian Madinah saat itu, karena dari hulu produksi sampai distribusi kepada konsumen semuanya di bawah kendali mereka.

Menghadapi situasi ini, tentu saja Rasulullah Saw. harus mempersiapkan strategi yang tepat dan efektif untuk melemahkan dominasi Yahudi atas ekonomi Madinah.

Selain ketiga hal di atas sebagai pondasi dasar masyarakat Muslim Madinah, Rasulullah Saw. kemudian secara khusus membuat dua strategi penting yang satu sama lain saling berkaitan erat.

Pertama, meningkatkan etos kerja dan produktivitas kaum Muslim; dan

kedua, menciptakan pasar baru untuk transaksi kaun Muslim.

Strategi pertama dilakukan Rasulullah Saw. dengan memerintahkan para sahabat untuk segera menggarap lahan-lahan pertanian Madinah yang banyak ditelantarkan oleh penduduk setempat. Bisa jadi, kebutuhan masyarakat Madinah sudah banyak dipenuhi dari kebun-kebun yang dikembangkan orang Yahudi.

Orang-orang Madinah sendiri bisa jadi lebih senang hanya bekerja untuk orang-orang Yahudi atau hanya menanam untuk kebutuhan sendiri sehingga masih banyak tanah yang tidak tergarap.

Rasulullah Saw. menyeru ketika pertama kali menggulirkan program ini, “Siapa yang menghidupkan tanah yang mati; maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Al-Bukhari).

Pribadi para sahabat yang sudah terbina baik dengan binaan ruhiyyah-islâmiyyah cara Rasulullah saw. tidak pernah berpikir pilihan lain ketika mendengar seruan Rasulullah Saw., kecuali menaatinya.

Ali ibn Abi Thalib menghidupkan tanah dekat mata air di Yanbu’. Zubair ibn Awwam mengambil sepetak tanah tak terurus lainnya di Madinah. Diikuti kemudian oleh sahabat-sahabat lainnya yang sangat bersemangat untuk dapat hidup mandiri dan produktif.

Bila sebelumnya yang bertani adalah orang Madinah saja, maka karena dorongan perintah Rasulullah Saw. banyak dari kabilah lain yang belajar bertani sehingga pada masa Rasulullah saw. di Madinah muncul kawasan-kawasan pertanian baru yang produktif seperti Wadi Al-Aqiq, Wadi Bathhan, Wadi Mahzuz, Wadi Qanah, Wadi Ranuna, Wadi Al-Qura, Wadi Waj, Wadi Laij, dan sebagainya. Padahal, sebelumnya kawasan-kawasan tersebut adalah kawasan telantar yang hanya ditumbuhi semak belukar.

Produksi adalah bagian paling dasar dalam siklus ekonomi.
Tidak akan ada pasar dan perdagangan tanpa ada barang-barang produksi. Rasulullah Saw. memulainya dari wilayah ini untuk melemahkan dominasi Yahudi. Bila selama ini produk-produk yang digunakan masyarakat Madinah dimonopoli oleh Yahudi dari kawasan-kawasan pertanian mereka, maka Rasulullah SAW. mulai menyainginya dari hasil-hasil produksi lahan baru milik para sahabat. Paling tidak saat panen tiba, kebutuhan kaum Muslim tidak lagi harus bergantung kepada orang-orang Yahudi. Ketika kaum Muslim sudah dapat mandiri, maka posisi tawar kaum Muslim semakin kuat. Apalagi yang mandiri adalah pangan yang merupakan kebutuhan primer manusia.

Kendala yang dihadapi pascaproduksi adalah pemasaran.

Di Madinah pasar-pasar besar adalah milik bangsa Yahudi.
Salah satu pasar paling besar adalah Pasar Banu Qainuqa’ milik Yahudi. Rupanya kekuatan pokok mereka ada di sini.

Dengan cara-cara yang penuh tipuan (gharar dan jahâlah) disertai dengan praktik riba yang akut, kaum Yahudi berhasil menjerat semua pemilik barang-barang produksi untuk masuk ke pasar mereka.

Masyarakat Madinah sebelum kedatangan Rasulullah Saw. yang tidak terlalu mahir berdagang, tidak sanggup keluar dari lingkaran setan ekonomi ribawi yang dipraktikkan Yahudi di pasar-pasar mereka. Bila tidak mengikuti skema Yahudi ini, para petani tidak dapat memasukkan produk mereka ke pasar.

Agar produk-produk yang sudah dihasilkan umat Islam tidak menjadi makanan baru Yahudi,
maka Rasulullah Saw. berinisiatif untuk membuat pasar baru, minimal bagi kebutuhan umat Islam sendiri.

Bersama Rasulullah Saw. dari Mekah ada sahabat-sahabat yang mahir berdagang seperti Usman ibn Affan, Abdurrahman ibn Auf, Abu Bakar, dan beberapa yang lainnya. Rasulullah Saw. adalah pedagang sebelum beliau diangkat menjadi nabi. Keahlian-keahlian semacam inilah yang memungkinkan Rasulullah Saw. dapat menjalankan misinya membangun pasar baru.

Mula-mula Rasulullah Saw. membangun semacam tenda di dekat pasar Bani Qainuqa’ khusus untuk jula beli kaum Muslim. Ka’ab Al-Asyraf pemimpin Yahudi sangat marah atas apa yang dilakukan Rasulullah saw. Ia kemudian menghancurkan tenda tersebut agar kaum Muslim kembali bertransaksi ke pasar Bani Qainuqa’.

Rasulullah saw. tidak terpancing oleh Ka’ab, tetapi ia kemudian berkata, “ Demi Allah, aku akan membangun pasar yang akan membuatnya lebih marah lagi.” Setelah Rasulullah Saw. membangun pasar di tempat yang agak jauh dari pemukiman. Kawasan pasar ini kelak dikenal sebagai pasar Manakhah.

Pasar yang dibuat Rasulullah Saw. ini unik dan sungguh-sungguh membuat Yahudi sangat marah atas keberadaannya, karena akhirnya pasar ini sanggup menggusur dominasi pasar orang-orang Yahudi di seantero Madinah.

Oleh Rasulullah Saw. pasar ini dibuat sangat luas dan tidak dibuat bangunan permanen di sana; hanya berupa tanah lapang.

Rasulullah Saw melarang untuk memungut pajak dan kutipan apapun di pasar ini untuk menjaga harga tidak naik di tingkat konsumen.

Lebih unik lagi, Rasulullah Saw memperlakukannya seperti masjid. Siapa saja kaum Muslim bebas datang ke kawasan ini. Tidak boleh ada yang mengkapling-kapling tanah tersebut untuk sendiri.

Setiap orang berhak berdagang di sebelah mana saja sama seperti orang duduk di mesjid bebas di sudut mana saja.

Pengambilan tempat didasarkan pada urutan datang. Siapa yang pertama kali datang, dia berhak untuk memilih tempat mana yang akan dipergunakan. Keunikan ini bertahan hingga masa Khulafaur-Rasyidin.

Tambahan lagi, yang menyebabkan pasar ini semakin diminati oleh banyak konsumen adalah karena pasar ini sangat ketat memperhatikan implementasi ajaran-ajaran muamalah Islam. Di pasar ini tidak boleh ada riba, gharar, dan perjudian.

Diharamkan pula ada yang melakukan kecurangan-kecurangan seperti pengurangan timbangan dan penipuan lainnya. Untuk menjamin semua ini berjalan baik, maka Rasulullah Saw. menunjuk Umar ibn Khathab sebagai pengawas pasar. Umar diberi kewenangan untuk menindak siapa saja yang melakukan kecurangan di pasar ini. Faktor inilah yang menyebabkan pasar ini menjadi lebih diminati bukan hanya oleh kaum Muslim, tapi juga kaum kafir. Secara perlahan tapi pasti, pasar Rasulullah Saw. berhasil menyingkirkan dominasi pasar Yahudi yang sangat merugikan konsumen.

http://persis.or.id/cara-rasululah-saw-taklukan-ekonomi-yahudi

*Eksekusi Tanpa Tapi (dan Nanti)* ❗

*Eksekusi Tanpa Tapi (dan Nanti)* ❗

Dirangkum oleh Coach Darmawan Aji

_“The way to get started is to quit talking and begin doing.” ~Walt Disney_

Di catatan kali ini, ijinkan saya sedikit berbagi insight yang saya dapatkan dari sesi NLP Talks kemarin. NLP Talks kemarin istimewa karena mengundang vice chairman Indonesia NLP Society mas *Syamsul Hatta*. Topik NLP Talks kemarin adalah *“Eksekusi Tanpa Tapi”* - jargon yang menjadi spesialisasi dari pembicara kita. Mari langsung kita bedah.

Di awal tahun seperti sekarang ini, sudah jamak jika kita kemudian membuat resolusi. Kita memetakan aspirasi dan visi, cita-cita dan rencana. Kita ingin menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru ini. Begitulah kira-kira.

Sayangnya, berapa banyak orang kemudian benar-benar bertindak mewujudkan visinya? Benar-benar bertindak untuk merealisasikan resolusinya? Tidak banyak. Bahkan faktanya menyedihkan.

☑ 25% orang melupakan resolusi tahun barunya dalam minggu pertama.
☑ 60% orang melupakan resolusi tahun barunya dalam 6 bulan.

Tidak heran jika 88% dari semua resolusi berakhir dengan kegagalan (Richard Wiseman, University of Hertfordshire, 2007). Bahkan, rata-rata orang membuat resolusi tahun baru yang sama 10x tanpa pernah berhasil mencapainya. Jadi, lelucon yang mengatakan resolusi tahun 2017 saya adalah menuntaskan resolusi tahun 2016. Dimana resolusi tahun 2016 saya sudah saya rencanakan sejak 2015 dan seterusnya, bukanlah lelucon, melainkan kenyataan pahit.

Mengapa ini bisa terjadi? Ada banyak faktor. Salah satu faktor utamanya adalah tidak adanya proses eksekusi yang efektif. Apa yang dimaksud dengan eksekusi? Kalau kata kamus, eksekusi itu terkait pelaksanaan dan penuntasan. *Eksekusi itu memulai apa yg sudah direncanakan dan menuntaskan apa yg sudah dimulai.*

Tanpa eksekusi, visi hanyalah mimpi. Tanpa eksekusi, rencana hanyalah corat coret di atas kertas. Berkali-kali saya katakan, visi tanpa eksekusi itu halusinasi. Rencana tanpa eksekusi itu hanya mimpi.

Sayangnya, banyak orang yang tidak melakukan eksekusi. Tidak memulai apa yang sudah direncanakan. Mereka terjebak oleh dua musuh utama eksekusi: “tapi” dan “nanti.”

*Musuh Pertama: Tapi*

_“Saya mau bertindak mewujudkan resolusi saya *tapi*...”_

_“Saya mau mewujudkan visi saya *tapi*...”_

Anda boleh isi kalimat apapun di belakang kata “tapi” - saya tidak punya modal, saya tidak tahu caranya, saya bingung, saya takut, saya malas... apapun. Saya yakin semua alasan yang Anda tulis adalah alasan yang masuk akal. *Alasan memang dibuat supaya masuk akal.* Sehingga Anda merasa wajar untuk menunda tindakan Anda.

*Musuh Kedua: Nanti*

_“ *Nanti*, jika saya sudah mulai senggang saya akan...”_

_“ *Nanti*, bila saya sudah tidak sesibuk sekarang saya akan...”_

Darimana kita tahu bahwa nanti benar-benar punya waktu? Darimana kita tahu bahwa nanti kita benar-benar akan melakukan? Apa bedanya saat ini dan nanti? Tidak ada. *Ini hanyalah kata “tapi” lainnya yang menunda Anda melakukan apa yang penting bagi Anda!*

Lalu, bagaimana agar kita memiliki kebiasaan eksekusi tanpa tapi (dan nanti)? Berikut tips dari saya:

1⃣ Mulailah dengan apa yang ada. Jangan menunggu segala sesuatu sempurna. Mulai bertindak saja. Sempurnakan sambil jalan. Mulailah. Fokus pada kuantitas, bukan kualitas.

2⃣ Jangan takut gagal. Jangan takut salah. Mulai saja. Kegagalan adalah umpan balik, pembelajaran yang berharga bagi kita. Semakin cepat Anda memulai, semakin cepat Anda mendapatkan umpan balik apa yang berhasil dan tidak berhasil.

3⃣ Fokus pada satu hal yang sederhana terlebih dulu. Memikirkan terlalu banyak hal sekaligus akan membuat Anda stuck dan tidak bergerak kemana-mana.

Jadi, apa resolusi Anda? Apa langkah pertamanya? Kapan Anda memulainya? Masihkah Anda akan beralasan “tapi” dan “nanti”?

Motivasi hidup

Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.

Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.

Akhirnya Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor :
Seekor elang telah terbang tinggi & melayang - layang di angkasa.

Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya.

Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan & membuat elang ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.

Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.

Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.

Petani menjawab :
"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya".

Dahan itu yang membuatnya selama ini NYAMAN sehingga MALAS untuk terbang.

Kita dilahirkan sebagai PEMENANG,
kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat
yaitu : KETAKUTAN

tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.

Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.

-Takut capek
-Takut di tolak
-Takut kerja keras
-Takut mencoba
-Takut rugi
-Takut ribet
-Takut gak berkembang
-Takut gagal
-Takut pindah
-Takut repot
-Takut di ejek
-Takut gak bisa
-Takut investasi
-Takut prospek
-Takut follow up
-Takut sharing
- Takut belajar
-Takut mengembangkan diri
- Takut........dll

Dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing2.
Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali dirimu & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya dirimu
Maka kamu TERBANG TINGGI
Kenali dirimu & Potensimu karena Takdir kita adalah seorang Pemenang

Berani bermimpi
Berani melangkah
Berani berjuang habis - habisan
Sampai akhirnya anda sukses terbang tinggi

DREAM - PRAY - ACTION

Dan ketika ada Kesempatan
pergilah bersama Teman-teman Lama
Kumpul-kumpul
bukan sekedar Makan
Dan
Ngobrol-ngobrol

Tetapi ingat, Waktu Hidup kita semakin Singkat
Mungkin
Lain Waktu Kita Tidak Bisa Bertemu lagi
Mungkin
Lain Waktu Kita Sudah Semakin Susah Untuk Berjalan
Menghabiskan Sebagian Waktu Dengan Teman Atau Sahabat
Akan Membuat Hidup Lebih Sehat Secara Mental Dan Fisik

Umur itu seperti Es Batu
Dipakai atau Tidak Dipakai Tetap Mencair
Begitu juga dengan Usia
Digunakan/Tidak Digunakan dengan bijak Umur kita akan Tetap Berkurang!

Hal yang harus dilakukan Setiap Hari :*
Tersenyum dan Tertawalah
Air Yg Mengalir Tdk Dapat Berbalik Arah
Itulah Hidup Kita, Tidak Dapat Berbalik Menjadi Muda Lagi !

Jalani Hidup ini dgn santai dan tenang
Jangan Mau Menang Sεndiri
Jangan Suka Sakiti Sesama
Jangan suka Mengeluh
Jangan Mencela

Hiduplah dgn Ceria

Perbanyak waktu untuk beribadah, berkumpul dengan Keluarga serta Teman-teman

Semoga Bermanfaat !

SEMANGAAAT😘💪💪💪