Rabu, 30 Agustus 2017

Berbeda Signifikan

❣ *Berbeda Signifikan* ❣

Oleh : Fitra Jaya Saleh (FJS)

*Sulit* dan *Kompleks* itu 2 hal yang berbeda, jangan kita keliru. Bisnis itu Kompleks tapi tidak sulit.

Sulit itu NEGATIF tapi kompleks itu BAIK.

Kompleks yang tidak berpola akan membuat Bisnis menjadi Sulit, untuk itulah kita membutuhkan Pola dan Standar untuk memudahkan kerja di internal organisasi bisnis.

Agar semua kompleksitas internal menjadi BAIK maka keniscayaan membuat standar pun menjadi wajib bagi bisnis owner, bagian mana saja yang di standarkan di internal?

Saya mencatat minimal ada 5 wilayah:

1. Standar tentang CARA melakukan yang BENAR (SOP).

2. Standar tentang HASIL yang di tentukan (KPI)

3. Standar tentang ALUR KERJA atau BISNIS PROSES (Flowchart).

4. Standar tentang Keuangan (Budget dan Laporan Keuangan)

5. Standar tentang Alur koordinasi (Struktur organisasi dan Job Description).

Berbicara tentang membuat standar, saya bisa membahasnya dalam 7 hari tak habis habis dari A sampai Z. Tapi kesempatan tulisan kali ini saya lebih ingin menuliskan tentang STANDAR ESKTERNAL yang harus dirasakan orang lain ketika berinteraksi dengan bisnis kita.

Bisnis yang bagus adalah yang mampu men-deleveri GREAT EKSPERIENSE kepada setiap orang yang berinteraksi dengan bisnis kita.

Apa yang membedakan kita secara signifikan dengan bisnis serupa lainnya? Pertanyaan ini harus di jawab oleh bisnis owner. Saya mempelajari tentang Coca cola company salah satu brand mahal yang bertahan berpuluh tahun, tidak banyak perusahaan dapat melakukannya.

Setidaknya ada 5 hal yang membedakan Coca cola dengan yang lain:

1. Formula minumannya berbeda. Gunakan blind tes pun kita akan dapat mudah membedakan mana Coca cola dan mana yang bukan.

2. Botol yang berkontur, bahkan bisa kita kenali meski tersisa serpihan pecahan kecil.

3. Huruf speserian yang unik pada Logo yang berbeda secara signifikan dengan yang lain.

4. Suhu PAS menurut Coca cola, untuk di minum  adalah 36 derajat Celcius. Ini entah ada riset atau tidak kepada 36 derajat, tapi Coca cola mencoba membuat perbedaan.

5. Harga 1 botol Coca cola akan selalu sama dengan harga 1Nikel, aturan ini telah diberlakukan sejak 1886 sampai sekarang. Hanya agar berbeda. Edaaaan.

Sekarang, apa beda yang signifikan bisnis kita? Saya mengembangkan tools "Golden Circle"" untuk membantu diri saya dan setiap orang untuk men design bisnisnya agar selalu berbeda Signifikan dibandingkan dengan bisnis lainnya.

Berbeda lah, atau bisnis kita akan mati.

Notes: Perjalanan ke Tasikmalaya dari solo by Lodaya. PT KAI termasuk perusahaan yang perubahannya sangat banyak dalam menghadapi persaingan yang berubah dan lebih kompetitif.

Salam Sukses.

Senin, 28 Agustus 2017

Peta persaingan para raksasa.

_Tulisan bagus dari Dewa Selling (Dewa Eka Prayoga)._

*Peta persaingan para raksasa...*

*Landscape eCommerce Indonesia*

Perkembangan paling mutahir adalah investasi miliaran US$ di Indonesia sehingga melahirkan 3 Unicorn, yaitu:

1. Tokopedia
2. Gojek
3. Traveloka.

Selain itu, terjadi pengelompokan bisnis:

1). *Tokopedia dan Lazada* (yang diinvest oleh Alibaba)

2). *Shopee, JD, Traveloka* (yang diinvest oleh Tencent)

3). *Blibli dan Tiket.com* (yang diinvest oleh GDP Capital milik Djarum Group)

Saham Alibaba di Tokopedia memang tergolong minoritas, namun di Lazada sudah mencapai 80%. Ini kemudian akan diintegrasikan dengan payment gateway (Alipay dan Doku) serta didukung kekuatan logistik China Smart yang mendominasi logistik Asia Tenggara melalui Singpost.

Strategi jangka panjang Jack Ma Strategi adalah menguasai infrastruktur di SEA utamanya Indonesia melalui kendaraan ecommerce.

*Alibaba* sudah membangun infrastruktur FBL (Fulfilled by *Lazada* – 60.000 SQM gudang di Cimanggis dan terus membangun di kota-kota lain dan memiliki infrastruktur delivery sendiri dengan LEX – Lazada Express .

Pesaing kuat *Alibaba* adalah Tencent (induk semang dari JD.co). Tencent masuk ke Indonesia melalui JD.id , *Gojek* dan *Traveloka.* Tencent pun ingin menguasai infrastuktur payment *Go-PAY* yang dipakai *Go-JEK,* yang saat ini sudah menjadi e-wallet terbesar di Indonesia, mengalahkan e-wallet yang dibuat bank dan telko. JD.ID sudah mulai membangun gudang distribution Center di Jakarta maupun di Kota-kota besar di Indonesia beserta Hub pengirimannya sendiri. Tencent makin kuat dengan investasi di *Shopee.co.id.*

Kedua pemain raksasa ini sudah mengubah peta e-commerce Indonesia.  Setahun terakhir ini *GMV-* nya di pasar Indonesia  meningkat pesat dengan membawa produk-produk murah China.

Petinggi *Shopee* menyatakan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, pasar Indonesia hanya akan menjadi medan pertempuran dua raksasa ecommerce dr China: yaitu *Lazada (+ Tokopedia) dan Shopee.* 😱

Bagaimana dengan *Blibli?*

Akan bertahan tapi menjadi pemain ketiga yang paling banyak menguasai 20% pasar, yang 80% menjadi rebutan kedua grup di atas.

Peta akan berubah jika *Amazon* masuk ke Indonesia...

Bagimana Nasib pemain Lokal?

Hingga saat ini pemain ecommerce lokal belum bisa mengimbangi pertempuran dengan para pemain raksasa China tersebut.

Pemain lokal kalah dalam pengalaman, finansial, teknologi, bigdata, dan jaringan. Ada dua kemungkinan bagi pemain lokal yang tidak sekuat Blibli.com:

1). Diakuisisi atau
2). Ditutup karena kehabisan pendanaan di tengah jalan.

Persaingan di e-commerce ini juga berdampak pada bidang-bidang pendukung lanskapnya. Pemain di bidang logistics dan payment akan dikuasai mereka juga.

Yang mengkhawatirkan, supplier produk lokal akan tergantikan oleh produk-produk asing jika tak mampu mengambil peluang emas berkembangnya e-commerce ini.

Rumor yang beredar saat ini...

Petinggi *Lazada* berusaha melobi pemerintah untuk dapat melonggarkan aturan impor finish goods untuk dijual *via e-commerce* Indonesia.

Apa yang harus dilakukan?

Venture Capital Indonesia dan pelaku e-commerce lokal (paytren, belanjaqu.com dll) segera melakukan konsolidasi untuk mengimbangi kedua raksasa di atas, untuk melindungi pasar Indonesia dan mendorong produsen lokal bisa bersaing di pasar ecommerce, serta membawa produk-produk lokal masuk ke pasar global.

Bangun kawan-kawan... Bangun!

Asing terus menyerang dan berdatangan. Kalau kita cuma diam, matilah kita.

Kita mesti bersatu. Kita mesti saling support satu sama lain. Kita mesti berdaya di negeri sendiri...

Jangan sampai produk-produk lokal digilas habis dan gak diserap oleh pasar dengan baik, saking mendominasinya produk-produk luar di negeri ini

Bangunlah sinergi. Bertumbuhlah bersama.

Bersatu menguat, bersama berdaya

Joinlah di berbagai komunitas positif di Indonesia. Jalinlah sinergi dan tumbuhlah dalam kebersamaan

Joinlah di http://jagojualan.co.
Joinlah di http://www.belanjaqu.com
Joinlah di TDA.
Joinlah di IIBF.
Joinlah bersama Paytren dengan visi misi membeli ulang indonesia
Joinlah di HIPMO.
Joinlah di Yukbisnis.
Joinlah di kopdarsaudagar.com.
Joinlah di balitime@mybigmallshop.com

Sukses untuk kita semua. Aamiin

Semoga Allah ridho.

®Dewa Eka Prayoga

Kamis, 10 Agustus 2017

PREPARE YOURSELF FOR THE *VUCA*

PREPARE YOURSELF FOR THE *VUCA*

WORLD

(Mempersiapkan diri menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian)

Saat ini , pada saat anda bekerja di industri apapun, dan menekuni profesi apapun , apakah itu sales, marketing, supply chain, finance atau HR, anda pasti merasakan . Dunia business saat ini sedang dilanda ketidakpastian. Tidak ada satu perusahaan pun yang terjamin aman dari gelombang VUCA yang saat ini sedang melanda dunia.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Kodak, Nokia dan lain-lain menunjukkan bahwa "menjadi perusahaan kuat" bukan jaminan bahwa perusahaan anda akan selalu aman dan berjaya.

Dunia berubah, ekonomi berubah, politik berubah, bisnis berubah, kompetisi  berubah, perilaku konsumen  berubah. Dan kalau anda atau perusahaan anda tidak berubah, bersiap siaplah bahwa anda akan hilang ditelan jaman. Padahal masih  banyak yang perusahaan atau individu yang sombong atau arogan dan terlalu percaya diri.
Merasa mempunyai strength dan competitive advantage yang kuat.
Dan ternyata strength di masa lalu sering kali tidak relevant di masa depan. Dan justru strength di masa lalu sering kali membuat kita complacent dan lupa diri, lupa untuk being humble and keep learning. Often, your strength will kill you.

Hal ini sudah terjadi pada beberapa insinyur perminyakan yang sekarang mulai menganggur, kehilangan pekerjaan, meratapi nasib dan tiap hari menunggu kapan harga minyak naik.
Hal ini terjadi pada beberapa profesi yang berjaya di masa lalu, dan sekarang terlanda krisis. Tetapi hal ini juga berlaku bagi beberapa perusahaan yang merasa jagoan di masa lalu, tetapi karena terlalu arogant, sekarang mulai tersesak kompetisi.
Bayangkan bahwa sebuah aplikasi online yang dibuat oleh 3 anak muda ternyata berpeluang untuk mengganggu bisnis anda, apakah anda adalah perusahaan taxi besar, perusahaan retail supermarket besar, atau apapun bisnis anda. Saat inilah anda menyadari betapa rapuhnya perusahaan anda atau kompetensi anda.

Pertanyaan yang sekarang paling popular adalah "What if , whatever we knew, is wrong"
(Bagaimana seandainya saja, apapun yang kita ketahui ternyata salah).
Dan pertanyaan itu ternyata sama sekali tidak exagerate (melebih-lebihkan).
Better safe than sorry. Lebih baik waspada daripada celaka!

Jadi, bagaimana dong? Tunggu dulu, pertama kita harus mengerti ketidakpastian apa yang kita hadapi. Jadi kita bahas dulu, apa sih dunia yang "VUCA" . Lets discuss ...

VUCA berasal dari kata "Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity"
(Rapuh, tidak pasti, rumit dan rancu!)

Kita bahas satu persatu yuk ...

1. Volatile (Rapuh)

Tidak ada lagi bisnis yang stabil. Kompetisi makin kencang, ekonomi makin tidak pasti. Kalau dulu business growth anda flat, atau naik terus perlahan lahan. Bersiaplah bahwa sekarang business growth anda akan menjadi roller coaster. Siap siap, jaga stamina, jaga jantung. Karena kalau tahun ini bisnis anda naik dan growth  ya positive, bisa saja tahun depan growth nya negative dan menukik tajam. Kemudian kalau anda bekerja keras dan berinovasi mungkin tahun depannya naik lagi. Persis sama seperti roller coaster!

2. Uncertainty (Ketidakpastian)

Tidak ada lagi yang pasti. Pada saat sebuah perusahaan taxi di China berinvestasi banyak-banyak membeli taxi merecruit driver dan mentraininh mereka dengan   biaya besar, ternyata sebuah aplikasi online menghancurkan growth mereka, dan membuat mereka harus mengaca diri.
Ketika sebuah retail supermarket besar di Taiwan berinvestasi besar besaran menambah toko, menambah gudang dan menambah karyawan, ternyata bisnis mereka diganggu oleh maraknya toko-toko online.
Pada saat sebuah perusahaan consulting services  perminyakan berinvestasi ternyata beberapa tahun kemudian harga minyak turun drastis, dan mereka sepi order.
You dont know the future anymore, you cannot predict it, nothing is certain. Get ready!

3. Complexity (rumit)

Business anda semakin lama semakin rumit. Dulu kita hanya memikirkan profit. Kemudian nambah harus memikirkan customer. Kemudian nambah lagi , you need to hire, motivate and develop your employee. Sekarang anda harus juga memikirkan CSR, stakeholder engagemeng, kontribusi perusahaan anda pada pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat. Belum situasi hukum (local dan internasional) yang makin tidak menentu. Bisnis tidak lagi semudah beberapa belas tahun yang lalu di mana anda menciptkan product, memproduksi dan menjualnya, dan mendapatkan keuntungan.
Wake up and welcome to the real world. Now it is much more complicated than that.

4. Ambiguity

Semuanya makin rancu. Kita gak jelas lagi dengan aturan bisnis kita karena peraturan yang terus menerus berganti.
Pada saat kita pikir kita sudah memenuhi semua yang diatur dalam regulasi, ternyata ada saja yang interprestasinya berbeda.
Pada saat kita sudah memasang strategy terhadap competitor kita, ternyata datang pemain baru yang masuk. Bahkan perusahaan yang tadinya kita pikir tidak berkompetisi dengan kita ternyata menjadi alasan customer kita meninggalkan kita.

Pemilik bioskop bersaing dengan pengelola TV kabel. Pengelola bus malam bersaing dengan pengelola kereta api. Dan perusahaan kereta api bersaing dengan pesawat terbang.
Taxi bersaing dengan aplikasi online.
Supermarket dan pengusaha retail bersai ng dengan perusahaan online. Dan makin banyak lagi yang akan terjadi.

Terus apa yang harus kita lakukan?
Ternyata kita bisa menghadapi VUCA dengan menjadi "VUCA".
Tapi kali ini VUCA yang harus kita lakukan singkatannya lain. Singkatan yang baru, yang menggambarkan apa yang harus kita lakukan adalah
- Visionary Leader
- Unleash the (hidden) potentials
- Change agent
- Agility builder

Kita bahas satu persatu ya ....

1. Visionary Leader

Seorang leader mem-balance antara short tern and long-term success. Anda harus tetap consistent untuk deliver business success saat ini, sambil terus menerus mengembangkan visi untuk masa depan. Visi masa depan adalah pandangan tentang ..
* Why will they continue to exist in the future
* How they will contribute to the society in the future
* Why the customer will continue to choose them
* How they will build and improve their emotional bonding with customers

Dengan cara itu dulu Garmin sukses mengembangkan alat alat navigasi GPS, tetapi tetap berfokus pada masa depan. Sehingga pada saat GPS bisa diunduh gratis dengan aplikasi online, mereka sudah siap dengan product berikutnya: alat-alat gadget untuk anak anak muda yang fitness.

You see, one way or another your product will decline, you cannot avoid that. What you can do is prepare the organization (and yourself) so you are ready and come up with new competitive advantage.
This is the job of CEO, HR and all the leaders in the organization. Are you ready to take the challenge?

2. Unleash the (hidden) potentials

Kita ini sebenarnya punya dua tangan. Tetapi dari kecil kita sering kali menggunakan hanya satu tangan, biasanya tangan kanan. Jadi kita jarang sekali menggunakan tangan kiri. Akibatnya kita hanya menggunakan 50 persen dari potensi kita. Dan mungkin banyak sekali potensi (tersembunyi) yang dimiliki tangan kiri. Dan mungkin sampai sekarang anda tidak menggunakan dan menyia-nyiakan potensi itu.

Sama dengan analogy itu. Kita pasti punya banyak potensi dalam diri kita (atau di perusahaan kita). Sayangnya perusahaan kita (atau kita sendiri) terlalu sibuk focus pada apa yang harus kita kerjakan untuk mencapai business objective quarter ini. Akibatnya kita suka tidak menyadari potensi kita sendiri. Padahal mungkin saja kita memiliki potensi di dalam bidang yang lain.

Selain jago membuat alat navigasi, ternyata Garmin mampu membuat Gadget fitness.
Selain jago membuat film photography ternyata Fuji juga mampu membuat ramuan kosmetik.
Saya sendiri dulunya adalah insinyur komputer yang ternyata mempunyai potensi dalam bidang Human Resources.
Apa yang harus anda lakukan?
* Find your hidden potential
* Explore new opportunities from your hidden potentials
* Develop new competitive advantage based on your potential
* Go on and attack the matket

- Change agent

Kalau anda (atau perusahaan anda) sudah terbiasa untuk hanya berfokus pada delivering current objective, akan sulit sekali untuk tiba-tiba pindah "gigi persneling" dan harus balancing masa depan juga. You  need to have a good change management process in place. And again, CEO, HR and every single business leader need to play the role as change agent.
Ingat, it is about change. anda harus mengubah fokus orang orang dari masa sekarang ke masa depan.
What you need to do?
* Set and 6 the Objectives
* Visualize the success (How the success would looks like?)
* Motivate your team
* Implement the change with discipline
* Reward the supporters and communicate to the resisters

- Agility builder

Mempersiapkan anda ke VUCA world juga berarti mempelajari hal hal yang "baru". Learning "new" things. Padahal mungkin beberapa di antara kita sudah lama tidak belajar lagi. Banyak karyawan yang waktu saya tanya kapan mereka terakhir kali belajar, jawabannya adalah waktu mereka masih kuliah. Which is like belasan tahun yang lalu.
Otak anda perlu  memiliki learning agility, kemampuan mempelajari hal hal baru, the ability to learn new things.
How to do ...
- Learn new things everytime (bidang baru, olahraga baru, bahasa asing baru, hobby baru ... or anything, as long as you learn new things)

- Read , observe, learn and analyze the trend that is happening in the world today
- Hang out with agile and open-mind people
- But most importantly, being "open mind", understanding that we may not be the best in everything. There is a risk ahead. And our competences may not be relevant in the future. Hence, keep learning is the key to your future success.

Jadi ingat, untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang VUCA (Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity), anda juga harus menjadi "VUCA" (Visionary Leader, Unleash the hidden potengial, Change Agent and Agility  builder)

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

#Nasehattukdirisaya

Senin, 07 Agustus 2017

investasi 1 jam sehari

🛑 investasi 1 jam sehari 🛑

Oleh : Kiyai Coach FJS

Semua hal yang unknown (tidak diketahui) bagi pebisnis, adalah masalah. Semakin banyak masalah dalam bisnis, jika semakin banyak yang Unknown bagi pebisnis. Unknown bagi pebisnis adalah resiko yang dapat membuat bisnis menjadi stagnan,hingga kematian bisnis.

Semakin luas wilayah unknown pengusaha, maka berbanding lurus akan semakin beresiko bisnis yang di jalaninya. Semakin rentan terhadap kerugian atau bahkan kebangkrutan.

Maka pekerjaan paling penting bagi seorang pemilik bisnis adalah memperkecil wilayah unknown nya, mempersempit ketidaktahuannya tentang bisnis, dengan begitu otomatis akan semakin banyak masalah yang bisa di selesaikan karena pengusaha memiliki kapasitas dan pengetahuan tentang bisnis. Semakin sedikit wilayah unknown, semakin kecil pula resiko bisnis yang dihadapi.

Mungkin inilah alasan bagi beberapa investor, sebelum 'menaruh' uang mereka kedalam sebua bisnis, mereka mencari tahu tentang kapasitas pemilik bisnisnya, kemampuan menyelesaikan masalah atau leadership pemilik bisnisnya, atau seberapa besar wilayah unknown pemilik bisnisnya. Karena ini berhubungan dengan resiko bisnis.

Dengan memahami ini, maka kita sebagai pemilik bisnis mestinya menjadi sadar bahwa job desc utama kita sebagai pebisnis adalah menghilangkan Unknown things kita, dengan meningkatkan kapasitas dan leadership kita. Ada hubungan atau korelasi positif yang sangat erat diantara leadership pemilik bisnis dengan ukuran bisnis.

Jika leaderahip pemilik bisnis ada di angka 10 ( dalam skala 100), maka ukuran bisnis akan ada di angka 6 atau 7, dibawah leadership. Cara untuk menaikkan ukuran bisnis tidak ada cara lain adalah dengan menaikkan terlebih dahulu leadership anda, jika mau ukuran bisnis anda menjadi 10, maka sebelumnya naikkan dulu leadership anda menjadi 20.

Ukuran bisnis, omset, laba dan lainnya hanyalah efek dari leadership pemimpin bisnis. Anda bisa menaikkan tingkat leaderahip dengan meningkatkan kemampuan anda, atau dapat juga dengan mengganti diri anda sebagai pemimpin bisnis dengan orang lain yang lebih baik leadershipnya. Itu tergantung anda.

Jika anda memilih menaikkan leadership anda, maka hanya ada satu cara untuk melakukannya,yaitu dengan belajar. Anda bisa Belajar bisa sendiri dengan membaca buku, coba satu persatu teknik, mengikuti seminar dll dan bisa juga menaikkan leadership anda dengan dibantu oleh mentor,kedua cara ini ada kelebihan dan kekurangannya.

Sedikit cerita tentang perusahan yang saya pimpin, Raihan. Karena kita memahami benar akan pentingnya leaderahip didalam bisnis, maka salah satu value perusahaan adalah 'selalu belajar'. Dalam praktiknya setiap hari di jam 11-12 semua karyawan dan pimpinan berhenti melakukan aktivitas kerja dan melakukan aktivitas belajar.

Dari level manager hingga bagian umum, pada 1 jam itu semua belajar, sebagian membaca buku, sebagian menonton youtube, sebagian mendengar ceramah dan sebagian lainnya berdiakusi. Semuanya memiliki topik yang berbeda beda yang di tentukan setiap sepekan sekali. Masing2 bagian memilih topik belajarnya dan disetujui oleh manager.

Hari jumat adalah hari diskusi, 80% waktu di hari jumat digunakan perusahaan untuk diskusi tentang masing2 topik yang di pelajari, setiap orang membuat catatan dan menyampaikan hasil belajarnya pada hari jumat, dan yang lainnya menyimak. Tentu saja, Semua topik yang di pilih adalah topik2 yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Topik marketing, topik keuangan, topik operasional dan lainnya.

Budaya ini yang mungkin menjadi alasan cepatnya pertumbuhan bisnis Raihan yang dapat mencapai 10-20% pertumbuhan setiap bulan dilihat dari ukuran perusahaan,jumlah karyawan dan jumlah omset.

Investasi dalam waktu untuk belajar dan mengembangkan kapasitas akan selalu dilakukan untuk menghilangkan Unknown setiap team dalam perusahaan terhadap pekerjaannya masing2.

Kami meyakini, pada akhirnya manusialah yang mengambil peran paling besar dalam pertumbuhan bisnis, bukan tentang teknologi ataupun mesin.

Salam Sukses.