Rabu, 29 November 2017

MARI PERBAIKI GENERASI “HOME SERVICE”

*MARI PERBAIKI GENERASI “HOME SERVICE”*

*Apa itu generasi “HOME SERVICE?”*

Generasi “HOME SERVICE” adl *generasi yg selalu minta dilayani*. Ini terjadi pd *anak2 yg hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yg membantunya (pembantu/babysitter)*.

Mulai dari lahir mereka sdh diurus oleh pembantu, atau yg punya kekayaan berlebih diasuh oleh Babysitter yg selama 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak didampingi oleh babysitter. Bahkan ada yg smp umur 9 th pun ada Babysitter yg masih mengurus keperluan si anak, krn orangtuanya sibuk bekerja.

Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri. Contoh kecil saja, membuka bungkus permen, krn terbiasa ada babysitter atau pembantu, anak dg mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tdk mau berusaha sendiri dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain, memakai kaus kaki dan sepatu. Krn tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri, maka orang tuanya yg di sekitarnya buru-buru memakaikannya.

Saat anak sdh bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi, krn berpikir jika tdk disuapi makannya akan lama dan malah tdk makan.

Pdh jika anak dibiarkan tdk makan, maka anak tdk akan pernah merasa apa yg namanya lapar. Dan saat datang rasa lapar, seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dlm mulutnya.

Bgmn dia akan belajar makan sendiri jika dia tdk pernah merasakan apa itu yg namanya lapar?

Bgmn dia akan belajar membuat minuman sendiri, jika dg hanya memanggil pembantu atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang kpdnya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dlm *buku The New Psychology of Success*, “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pd anak2nya adalah *tantangan*”.

*Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak?*

Faktanya saat ini, banyak orangtua yg ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan.

Saat anak bertengkar dg temannya krn berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak.

Ada pula yg langsung membawanya pulang dan bilang, ”udah nanti Ibu belikan mainan spt itu bahkan yg lbh bagus dari yg punya temanmu, gak usah nangis”.

Pdh Ibu tsb bisa mengatakan, “Oh kamu ingin mainan spt yg punya temanmu ya?
Gak usah merebutnya sayang,kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sdh cukup kita akan sama2 ke toko mainan membeli mainan spt itu”.

Ada tantangan yg diberikan pd anak, bhw untuk mendptkan sesuatu yg diinginkan, maka dia hrs berusaha. Juga latihan membiasakan menahan diri, bukan selalu dikhabulkan saat itu.

Dlm keseharian, Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tdk pernah dilibatkan. Saat anak membuat kamarnya berantakan, langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali.

Anak menumpahkan air di lantai, di lap lngs oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja dan menunggu pembantu menyapu.
Dlm hal belajar, saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rmh.

Generasi inilah yg nantinya akan melahirkan orang dewasa yg tdk bertanggungjawab, bermental lemah,dan bergaya hidup bos. 

Badannya dewasa tapi pikirannya spt anak2, krn tdk pernah bisa memutuskan sesuatu yg terbaik bagi dirinya.
Sekolah yg mencarikan orangtua. Rmh dibelikan orangtua,
Kendaraan yg belikan juga orangtua. Pokoknya semua tahu beres. Giliran berkeluarga yg mengasuh anak dan jadi pembantu di rmhnya juga orangtuanya.
Kasian banget sesungguhnya,sdh dimodalin banyak, ternyata akhirnya orangtua hanya akan berakhir jadi pembantu di rmh anaknya sendiri.

Sahabat Nabi Ali Bin Abi Thalib Rodhiaullohu 'anhu telah memberikan panduan dlm mendidik anak: _*“Ajaklah anak bermain pd tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pd tujuh tahun kedua, dan bersahabatlah pd anak pd usia tujuh tahun ketiga.”*_ 

Untuk anak usia 7-14 th, mulailah mendisiplinkannya. Misalnya, menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sendiro sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yg kotor, menyapu hlm rmh dll. Apabila anak umur 7-14 th ini tdk melakukan kewajibannya tsb maka perlu diingatkan *agar dia menjadi terbiasa dan disiplin, yg kelak akan membentuk diri yg hebat*.

*Untuk anak usia 14- 21 th, maka orangtua perlu menolong anak untuk belajar bgmn menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas.*

Anda yg sdh menjadi orangtua, maka pasti merasakan bgmn seorang Ibu hrs membagi waktunya yg hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola rumah tangga. Pekerjaan yg tiada habisnya selama seharian.
Krn itu sebelum anda menjadi depresi sendiri, menghadapi realita anak Generasi Home Service ini, maka libatkanlah anak2 dlm pekerjaan rmh tangga, tanggungjwb dlm tugasnya, dan dlm setiap kegiatan keluarga.

Faktor terpenting dlm menyikapi GENERASI “HOME SERVICE “ adl peran ayah dlm perkerjaan rmh tangga dan kegiatan keluarga.

Di Indonesia masih banyak suami yg tdk mau terlibat dlm pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal keikutsertaan para ayah dlm pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif thd keharmonisan keluarga.

Buat saya, suami yg mau melakukan pekerjaan rmh tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Statham.

Jadi sdh siapkah keluarga anda menyikapi GENERASI “HOME SERVICE?” Yuk kita sama2 mulai dari sekarang, demi kebaikan dan masa depan anak2 kita kelak, dan juga demi bangsa ini, krn mereka adl generasi bangsa.

Diringkas dari tulisan: Deassy M D
Repost: _Ummu Abdurrohman_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar