Kamis, 12 Maret 2020

TIPS KHUSUS BUAT PRODUSEN BIAR BANJIR ORDERAN

TIPS KHUSUS BUAT PRODUSEN BIAR BANJIR ORDERAN

=====
===================

Menjadi produsen itu banyak hal yang harus diurus.

Antara lain produksi (seperti mencari bahan baku, bagaimana produksinya, bagaimana packingnya, dll) hingga mengelola jaringan pemasaran juga.

Nah, ada yang sudah siap menjadi produsen?

Ikuti langkah-langkah ini, ya:

Satu, memilih produk.

Pastikan produk Anda harus berbeda dengan produk yang sudah ada di pasaran.

Kalau pun produk tersebut sudah ada di pasaran, maka Anda harus kenali apa keunggulan produk Anda.

Dua, persiapkan brand.

Pilih nama merek yang eye catching dan mudah diucapkan, sehingga lebih mudah diterima oleh konsumen.

Tiga, kenali hulu ke hilir.

Menjadi produsen maka Anda harus mengurus semua hal, dari hulu ke hilir.

Contoh mengurus dari hulu seperti: siapa vendor kainnya? atau beli bahan mentah di mana yang akan Anda jadikan produk jadi?

Empat, riset.

Jangan asal produksi barang tanpa riset agar produknya kelak bisa sesuai dengan selera target market.

Makanya, tidak mudah menjadi produsen karena Anda harus memikirkan semua hal, dari 

hulu ke hilir. Jadi, berlatihlah jadi pemasaran dulu.

Lima, STOP BAPER.

Jangan sampai,

Nggak nemu bahan kain yang pas, langsung merasa nggak bakat berbisnis.

Produksi pertama dan gagal, langsung mutusin stop berbisnis

Karena, menjadi produsen itu banyak sekali tantangannya dan harus siap dihadapi.

Tantangan tidak hanya muncul dari sisi produksi saja.

Menjadi produsen, juga kerap menghadapi tantangan dari segi pemasaran.

Antara lain, gimana buat marketer semangat jualan, angka penjualan pernah menurun, konsumen mulai jenuh jadi harus pintar cari inovasi, gimana mengelola jaringan pemasaran, dan yang lainnya.

Coba bayangkan ketika menjadi produsen,

pernah harus menghadapi tantangan dari produksi dan pemasaran sekaligus?

Keduanya butuh solusi cepat dan tepat agar bisa bersinergi antara produksi dengan tim pemasaran.

Enam, PERBANYAK ILMU.

Ibaratnya,

Sebelum terjun berbisnis, Anda sudah punya “senjata” untuk menghadapi semua tantangan.

Apapun tantangannya itu.

Dari mana pun tantangan itu.

Tujuh, tentukan Anda butuh tim pemasaran apa?

Misalnya, apakah butuh distributor, atau agen, atau reseller, atau hanya butuh marketer saja dulu?

Delapan, tentukan apa benefit dan tugas mereka.

Anda harus buat rancangan, berapa target penjualan yang harus dicapai setiap hari, atau setiap minggu, atau setiap bulan.

Seimbangkan dengan berapa keuntungan yang bisa mereka dapatkan dari setiap penjualan.

Anda bisa menyiapkan satu atau beberapa bonus bagi tim pemasaran yang berprestasi sebagai motivasi.

Sembilan, tentukan jumlah tim pemasaran yang ingin Anda lakukan.

Anda harus punya target sendiri, yaitu ingin punya tim pemasaran berapa orang?

Contohnya gini,

Anda ingin punya 100 marketer.

Artinya, setiap hari melakukan prospek 20 orang per hari, dengan target 2 orang tertarik menjadi marketer.

Maka, Anda bisa meraih 100 marketer dalam waktu 50 hari.

Segera buat pengumuman kalau Anda membuka peluang bisnis dengan menjadi tim jaringan pemasaran Anda.

Anda bisa memasang di status FB, izin ke admin komunitas bisnis untuk mengumumkan peluang bisnis tersebut, dan lainnya.

Contoh di Indblack punya standart tim pemasaran itu IRT, paham gadget, punya teman FB minimal 1000 orang.

Sepuluh, buat kurikulum.

Sambil mencari marketer, Anda bisa membuat kurikulum untuk tim pemasaran.

Karena setiap hari Anda harus menyiapkan materi untuk pembinaan.

Antara lain:

Hari pertama => kasih product knowledge

Hari kedua => pentingnya berteman dengan 10 orang yang baru.

Hari ketiga => kasih tips prospek

Hari keempat => tanya apa saja masalah di lapangan

Hari kelima => training menjawab masalah di lapangan 1 (selalu ditolak saat prospek).

Hari keenam => training menjawab masalah di lapangan 2 (edukasi karena dibilang produknya mahal).

Dst.

Sebelas, buat grup.

Langkah terakhir adalah membuat grup sebagai pusat komunitas Anda dengan para tim pemasaran. 

Nah, kemudian pertanyaan muncul, “Teh, gimana agar kita mendapatkan kepercayaan, agar mereka mau bergabung di tim pemasaran kita?”

Siap melakukan 11 tips di atas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar