Kamis, 23 November 2017

10 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam

10 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam


Pengelolaan keuangan rumah tangga sangatlah penting bagi pelaksanaan operasional rumah tangga. Mengelola keuangan tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun juga bukan hal yang sulit dan tidak terpecahkan. Mengelola keuangan rumah tangga memerlukan fokus dan ketelitian saja, tentu ditambah dengan kecerdikan dalam mengelolanya.
ads
Masa awal pernikahan adalah masa yang paling fundamental bagi persoalan pembangunan keuangan rumah tangga kedepannya. Semakin lama keluarga berkembang, maka akan semakin banyak pula yang dihadapi oleh keluarga tersebut. Seperti kebutuhan kesehatan, kebutuhan pendidikan anak, dan sebagainya. Keuangan ini pula tentunya yang dapat mempengaruhi terciptanya Keluarga Sakinah Dalam IslamKeluarga Harmonis Menurut Islam, dan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Islam. Hal ini dikarenakan, tidak jarang Konflik dalam Keluarga muncul karena permasalahan ekonomi atau finansial di dalamnya.
Berikut adalah tips mengatur keuangan rumah tangga menurut islam :

Membuat Prioritas Keungan Keluarga

Mengelola keuangan dapat dimulai dari memahamai apa kebutuhan keluarga mulai dari tabungan, tagihan rumah, listrik, telepon, biaya servis, kesehatan, dan sebagainya. Tentu hal-hal tersebut harus dikelola dengan baik dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bukan berlebih-lebihan menggunakannya.
Islam mengajarkan untuk mengelola keuangan dengan baik. Hal ini sebagaimanaharta dalam islam adalah alat untuk dapat melaksanakan kehidupan yang lebih baik dan juga memberikan manfaat yang banyak bagi umat. Terlebih dalam islam terdapat aturan zakat untuk membersihkan harta sekaligus menjaga keseimbangan ekonomi dalam islam.
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup” (QS Maryam : 31)
Hukum zakat pendapatan dalam Islam adalah bernilai wajib, untuk itu zakat penghasilan adalah sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan bagi mereka yang sudah mencapai nasabnya. Zakat dan sedekah ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan dan masuk dalam rencana keuangan keluarga. Zakat dalam Islam adalah tanggung jawab setiap person dan keluarga yang memiliki harta lebih. Tidak boleh ada harta yang berlebihan dalam tiap keluarga, melainkan harus ada distribusi ekonomi dari zakat maal misalnya, untuk dapat menciptakan keadilan di masyarakat.
Prioritas keuangan dalam islam adalah sebagai berikut :
Untuk itu, setiap ibu rumah tangga beserta suaminya harus melakukan review terhadap anggaran yang sudah dibuat dan lebih baik jika membuat dokumen finansial khusus untuk menyimpannya. Hal ini bertujuan agar keuangan dapat terencana, jelas, terpantau, dan dapat dilakukan evaluasi terhadapnya. Tentu, keluarga yang baik adalah yang menerapkan proses keuangan secara rinci, detail, dan dapat di evaluasi masing-masing pemasukan dan pengeluarannya.

Mengelola Keuangan dengan Hemat dan Sederhana

Sebelum berbicara mengenai mengelola keuangan keluarga, tentunya para keluarga muslim harus memahami terlebih dahulu bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk dapat hidup sederhana. Dapat kita ketahui bahwa Rasulullah dan para sahabatnya meninggal dalam keadaan tidak meninggalkan warisan yang banyak atau harta yang berlimpah. Mereka adalah para bangsawan kaya, memiliki jabatan tinggi di masyarakat namun tidak bermewah-mewah dalam hidupnya.
Hidup sederhana bukan berarti miskin atau tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Hidup sederhana berarti kita membatasi diri untuk tidak hidup berlebihan, bergelimang harta dan kebahagiaan dunia. Apalagi jika dengan kelebihan harta yang dimiliki tersebut membuat manusia tidak mau berbagi dengan manusia yang lainnya.
Secara umum, semakin banyak dan besar harta yang dimilikinya maka semakin tinggi pula dana sosial atau pemberian hartanya kepada umat. Semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul untuk memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. Untuk itu, Rasulullah dan ajaran islam memberikan perintah untuk dapat hidup sederhana dan juga tidak berlebih-lebihan. Hal ini disampaikan sebagaimana dalam ayat Al-Quran.
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al A’raf : 31)
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (QS Al An’am : 141)
Sebagaimana disampaikan pula pada ayat di atas bahwa Allah memberikan rezeki dan tentunya rezeki tersebut wajib disedekahkan pada fakir miskin. Umat islam dilarang untuk berlebih-lebihan dan menyimpan hartanya sendiri, atau tidak membagikannya bagi ummat yang membutuhkan.

Membuat Tujuan Keuangan Keluarga

Dalam melakukan perencanaan keuangan rumah tangga sesuai islam, tentunya harus mengetahui dan menentukan tujuan-tujuan spesifik untuk dapat merencanakannya dengan baik. Segala sesuatu tentunya berasal dari tujuan. Tanpa mengetahui dan merencanakan tujuan, maka hal tersebut menjadi sia-sia. Berikut adalah tujuan-tujuan dalam keuangan keluarga yang harus dipahami.
  1. Mencapai Kebutuhan Jangka Pendek
Tujuan ini berarti keluarga harus mampu mencapai kebutuhan-kebutuhan yang berada dalam jangka pendek atau keseharian rumah tangga. Hal ini seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Kebutuhan jangka pendek ini wajib dilakukan keluarga, untuk dapat hidup sejahtera, layak, dan dapat produktif melakukan kegiatan kesehariannya.

  1. Mencapai Kebutuhan Jangka Panjang
Keuangan keluarga pun harus dapat mencapai tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang menjawab hal-hal seperti dana pensiun, dana pendidikan anak di masa depan, investansi, dan lain sebagainya. Dengan menjawab kebutuhan jangka panjang ini maka keluarga lebih bersiap diri, dan mempertimbangkan penghasilannya tidak habis hanya untuk masa kini atau kebutuhan praktis saja.
  1. Mencapai Kebermanfaatan Keluarga terhadap Umat
Kebermanfaatan keluarga terhadap umat adalah kontribusi keluarga terhadap ummat. Bagaimanapun sebagai khlaifah fil ard yang bertugas untuk mengelola dan membangun bumi, maka wajib untuk membeirkan manfaatan kepada masyarakat sekitarnya atau orang-orang yang membutuhkan. Untuk itu, mencapai kebermanfaatan keluarga ini harus dicapai oleh keluarga yang sudah mandiri secara finansial serta cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam keuangan keluarga pula, jangan sampai ada harta riba di dalamnya. Hal ini tentu menjadi masalah yang berdampak bukan hanya keberkehan harta melainkan tanggung jawab penggunaan harta dalam islam. Hukum riba dalam Islam adalah haram. Bahaya Riba bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Cara Menghindari Riba salah satunya adalah dengan cara mencari perbankan atau pihak yang memberikan pinjaman tanpa riba

Mencatat dan Mengatur Cash Flow Keuangan Keluarga

Untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka keluarga harus melakukan hal-hal berikut ini. Diantaranya adalah mencatat keuangan secara berkala.
  1. Mencatat Penghasilan
Setiap penghasilan maka diharuskan untuk mencatatnya. Hal ini untuk memudahkan mengetahui berapa penghasilan yang diterima dari keluarga tersebut setiap bulannya. Pendapatan ini bisa dari gaji pokok, hasil bisnis sampingan, bonus, dan lain sebagainya. Untuk penghasilan dapat dicatat agar mengetahui seberapa besar setiap bulan atau rata-rata penghasilan yang ada, agar dapat dilakukan evaluasi serta mengetahui modal keuangan yang harus dikelola.
  1. Membuat Rencana Pengeluaran Bulanan
Rencana keuangan pengeluaran bulanan tidak hanya dilakukan sekali saat terbentuknya rumah tangga. Pengeluaran bulanan pun harus direncanakan setiap bulannya, agar jelas, rinci, dan dapat sesuai dengan kebutuhan. Tanpa adanya perencanaan pengeluaran bulanan maka keluarga bisa terjebak kepada gaya hidup yang salah. Gaya hidup itu bisa besar pasak daripada tiang, berlebih-lebihan menggunakan harta dan lupa akan tanggung jawab sosial, ataupun kekurangan padahal dibutuhkan untuk kebutuhan yang seharusnya dapat dipenuhi. Untuk itu dibutuhkan perencanaannya setiap bulan.
  1. Membuat Rencanan Pengeluaran Tahunan
Membuat rencana keuangan tidak hanya dilakukan setiap bulan, melainkan juga setiap tahunnya. Untuk itu, setiap tahun biasanya ada kebutuhan-kebutuhan seperti pendidikan anak, check kesehatan, membagi rezeki untuk orang tua, membeli perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. Untuk itu setiap tahun baik awal atau akhir harus ada perencanaan keuangan sekaligus memasukkan evaluasinya dari tahun sebelumnya.

5 Cara hebat atur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil

5 Cara hebat atur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil


Tak semua orang beruntung mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Bagi yang bergaji kecil, mungkin akan kesulitan menyimpan uang untuk beberapa hal seperti dana darurat, biaya kuliah, dana pensiun, membeli mobil, dan sebagainya.
Bahkan tidak jarang ada yang kehabisan uang pada pertengahan bulan. Hal tersebut mungkin saja terjadi akibat tidak dapat mengelola gaji bulanan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keuangan rumah tangga.
Setiap keluarga pasti memiliki rencana untuk masa depan yang memerlukan uang yang banyak. Sedangkan mencari tambahan penghasilan bukanlah sesuatu yang mudah.
Melihat kondisi ini, Anda harus bisa mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil agar rencana yang telah disusun dapat tercapai.
Berikut 5 cara hebat mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil seperti ditulis cermati.
1. Rencana belanja bulanan
Pemborosan keuangan cenderung terjadi ketika mengikuti keinginan yang belum tentu menjadi kebutuhan. Cara terbaik untuk menggunakan pendapatan yang kecil adalah membuat rencana belanja bulanan dengan menggunakan anggaran yang tertulis.
Belanjakan uang sesuai dengan rencana yang telah disusun tersebut. Ketika sudah waktunya membeli apa yang dibutuhkan, Anda sudah memiliki anggaran untuk berbelanja. Namun jangan menggunakan uang melebihi anggaran yang telah disusun, karena uang yang tersisa sudah dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
Menggunakan anggaran tertulis untuk merencanakan pengeluaran dapat meminimalisir Anda dari resiko menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang tidak perlu.
2. Membeli barang bekas layak pakai
Membeli barang yang masih layak digunakan dapat menghemat anggaran belanja, seperti mobil bekas, barang elektronik bekas, furniture bekas, dan sebagainya. Banyak orang yang memberikan penawaran murah untuk barang bekas yang jarang digunakan, bahkan ada yang tidak pernah digunakan.
Membeli barang bekas yang masih layak pakai atau barang bekas dengan kondisi seperti barang baru akan sangat membantu Anda untuk berhemat. Misalnya saja, bagi keluarga yang baru pindah rumah dan memerlukan furniture seperti meja, kursi dan perabotan rumah tangga lainnya.
3. Hemat pengeluaran beberapa aktivitas
 Cara menghemat pengeluaran bagi yang bergaji kecil adalah dengan melakukan beberapa aktivitas sekaligus untuk menghemat pengeluaran seperti membeli makan siang sambil melakukan tugas di luar kantor.
Hal ini akan lebih menghemat pengeluaran BBM daripada melakukan beberapa perjalanan yang tidak efisien. Simpan selisih uang ke rekening tabungan secara berkala. Bahkan bila rumah Anda dekat dengan tempat kerja, Anda dapat mengambil makan siang dan kopi di rumah sendiri.
4. Mencari penghasilan tambahan
Manfaatkan waktu yang dimiliki untuk mencari penghasilan tambahan. Ada banyak cara untuk memperoleh tambahan penghasilan seperti menjual pulsa, menjadi penulis lepas, jualan online, dan sebagainya yang terpenting tidak mengganggu pekerjaan utama.
Dengan semakin banyak penghasilan tambahan, maka akan semakin banyak gaji yang dapat disisihkan untuk tabungan.
5. Gunakan kupon diskon
 Menggunakan kupon diskon atau promo untuk membeli bahan makanan dan barang kebutuhan lainnya dapat menghemat banyak uang, terutama jika Anda pintar mencari tempat belanja yang banyak menawarkan kupon.
Saat ini, banyak supermarket yang menawarkan diskon untuk pembeli yang memiliki kartu pelanggan. Anda dapat mencari di internet untuk menemukan kupon produk favorit.

Jumat, 17 November 2017

KUN THE WINNER Jadilah Pemenang

KUN THE WINNER
Jadilah Pemenang

Setiap saat kita bertemu kesempatan. kesempatan-kesempatan yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Kesempatan beramal, kesempatan bersilaturahim, termasuk kesempatan untuk bisnis. kesempatan itu bisa datang melalui berbagai jalan. Bisa melalui pertemuan, bisa melalui sebuah proposal, dan berbagai kejadian yang Allah desain sedemikian rupa.

kesempatan yang baik itu bertebaran di sekitar kita. Sayangnya, seringkali kita menampik kesempatan itu. Seringkali kita masih bersikap the loser.

“Ustadz, boro-boro untuk sedekah. Untuk makan aja masih ngutang.”

“Ustadz, orang kaya saya mah ga mungkin bisa jadi pengusaha. Bisa makan setiap hati aja udah syukur.”

Disuruh pinter kok pada ga mau. Giliran beli gadget, lo ngutang-ngutang berani, giliran beli iphone, ipad, gesek kartu kredit berani. GIliran buat sesuatu yang akan diwatriskan ke anak cucu, dibawa ke alam kubur, bawaannya ga ada duit melulu. Tunjukkin dong effortnya.

Pesimis, suka mengeluh, tidak berani mengambil resiko, suka mencari-cari alasan atas ketidakberdayaannya, hanya berpikir user (pengguna), Itulah ciri-ciri the loser! The loser ga akan pernah bisa maju karena selalu menolak kesempatan

Kalo udah ada penawaran, atau ditawarin, itu tandanya ada kesempatan. Jangan ditolak. Jangan berpikir the loser
“Duit darimana?” “Apa daya?” “Mahal…”

Semuanya akan menjadi mahal kalo kita jalan sendiri. Makanya jangan ngandelin diri sendiri. Datang ke Allah. Ga ada yang mahal kalo sudah bersama Allah. If there is doa, there is a way…please believe it!

Misal, seorang tinggal di kontrakan. Lalu dia ditawarin kontrakan itu oleh yang punya. Eh dia bilang “wuah saya aja masih bingung gimana perpanjang kontrakan, apalagi buat beli. Ga mungkin itu…”

Ini sama sekali gak bagus, gak bener, sombong! kenapa saya bilang the loser itu sombong? Karena ga percaya sama Allah. Ga mau datang ke Allah. Ga mau minta sama Allah. Ga yakin dengan kuasa Allah, ga aamanna!

Lihat! Allah percaya. Yang punya kontrakan percaya. Makanya ditawatin kesempatan itu kepada dia. Eh, dia malah nolak. Setiap ada penawaran, kesempatan, peluang, datang, itu tanda. Tanda disuruh doa. Dont be the loser. Kun the Winner. Jadilah the Winner

Salah satu ciri the winner adalah aamanna, yakin dengan Allah SW. The winner mengenal Allah-lah yang Maha Menguasai segala sesuatu, tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, jika Allah sudah berkehendak.

“Sesungguhnya apabila Allah menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah! Maka terjadilah ia.” (QS. Yaasin: 82)

Be the winner! Aamanna, yakinlah dengan Allah! Optimislah, ada Allah Pnguasa Semesta Alam yang menguasai langit, bumi, beserta isinya. Wakafaa billahi syahidan, cukuplah Allah bagi kita. Yakinlah bahwa hanya Allah yang berkehendak, hanya Allah yang bisa memberikan apa pun itu, hanya Allah yang memberikan ridho, hanya Allah yang bisa membuat kita berhasil dan hanya Allah pula yang bisa membuat kita hancur. inilah titik nol, zero point, yang menjadi pelipat ganda kekuatan seorang the winner.

Seorang the winner itu, refleksnya selalu Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

@yusufmansur

Selasa, 14 November 2017

Berpikir efektuasi - Effectuation Principles

Berpikir efektuasi - Effectuation Principles

Prinsip  1: Bird in hand

Apa yang dimaksud dengan efektuasi? Bagaimana menjelaskan cara berpikir efektuasi ini dengan mudah supaya dapat dipahami?

Saya buat contoh begini....

Misalnya, anggap saja saya bertanya ke Anik yang saya tahu suka masak: "Anik, kamu mau masak apa hari ini?"

Lantas Anik menjawab, "Saya mau masak rawon."

Nah, pertanyaannya, mengapa Anik mau masak rawon? Dia menjawab, "karena saya ingin makan rawon hari ini."

Jawaban ini bukan jawaban yang menggunakan prinsip efektuasi. Lho, kenapa?

Begini penjelasannya.

Untuk bisa memasak rawon, butuh banyak bumbu-bumbu. Ternyata ketika membuka lemari dapur, ternyata Anik kehabisan kluwek. [Semoga teman-teman semua tahu, apa itu kluwek]. Lalu, saya tanya ke Anik. Kalau ternyata kamu kehabisan kluwek, apa yang kamu lakukan? Dia lalu menjawab, "Saya akan ke toko untuk beli kluwek." Kemudian saya tanya lagi, "Nah, kalau ternyata di toko juga kehabisan persedian kluwek, bagaimana?" Dengan kata lain, jika seandainya memang tidak ada kluwek di mana-mana, apa yang akan dilakukan? Maka Anik menjawab, "Ya, berarti nggak jadi bikin rawon..."

Nah, begitu banyak orang yang batal menjadi entrepreneur karena dia merasa kekurangan satu "bumbu" yang dibutuhkan. Dan "bumbu" itu biasanya... "ya modalnya belum ada."

Nah, bagaimana cara berpikir efektuasi itu?

Kalau ditanya, "Anik, kamu mau masak apa hari ini?" Maka dengan prinsip efektuasi, Anik akan melihat isi dapurnya, isi lemari esnya. Ternyata di lemari dapur dan lemari esnya ada ini dan itu... yang kalau dikumpulkan, bahan-bahan yang dimilikinya itu bisa untuk membuat nasi cap jay. Maka karena dia sudah punya bahan-bahan itu, dia bilang, "Saya akan bikin cap jay hari ini... Tapi dengan bahan-bahan yang ada ini, saya juga bisa bikin nasi goreng, mie kwantung atau kwetiau goreng."

Ini adalah berpikir secara efektuasi. Dengan modal yang kita punya, kita bisa punya tujuan macam-macam. Goal yang bisa dicapai juga banyak. Tapi kita mencanangkan goal itu karena kita sudah tahu modal yang kita punyai. Bahan-bahan yang kita butuhkan sudah ada di tangan. Dengan kata lain, itu yang disebut "bird in hand".

Nah, banyak di antara kita, melihat sukses teman kita atau orang lain yang bisnis entah itu kuliner atau fashion, lantas kita ikut-ikutan. Padahal kita belum punya "modal" untuk ke sana. Modal di sini bukan berarti uang. Modal itu adalah siapakah kita, apa yang bisa kita lakukan dan siapa yang kita kenal. Mencanangkan usaha tanpa prinsip efektuasi akan sama dengan mau bikin rawon, tapi tidak melihat dulu bahwa kita sudah punya semua bumbu-bumbu yang diperlukan atau tidak.

Nah, mengapa cara berpikir ini penting bagi seorang entrepreneur? Dan mengapa bukan peluang yang kita kejar? Karena kalau kita melihat, wah ada peluang di sana, lalu kita ingin bisnis itu sementara kita tidak punya "modal", maka kita akan susah sendiri di kemudian hari. Kita seperti contoh di atas, masih harus cari di toko bahan yang belum kita punya (contoh di atas adalah kluwek). Untuk itu, kalau kita tahu apa yang sudah ada di tangan, sebagai modal yang kita punya, maka modal berapapun, kita bisa membuat sebuah bisnis. Tak ada alasan bahwa kita tidak cukup punya modal. Itu juga sebabnya, dengan apa yang telah kita punya, maka kita ciptakan peluang itu.

Peluang ada di mana-mana, tapi tidak semua peluang cocok untuk kita dan bisa kita manfaatkan. Sebagai mana prinsip efektuasi, hidup kita yang menentukan adalah diri kita sendiri. Kita adalah pilotnya sehingga kita jugalah yang mengendalikannya. Maka, tak ada alasan sebenarnya mengapa tidak berani untuk berusaha sendiri. Tak perlu ada alasan bahwa saya masih mengumpulkan modal usaha. Kalau kita menyadari apa yang kita punya dan bisa memanfaatkannya, maka kita akan berani melangkah untuk menjadi entrepreneur. Langkah awal menuju sukses. Tentu dengan mengkalkulasi semua resiko dengan prinisp affordable loss. Artinya, setiap usaha pasti ada resiko gagal. Kalaupun gagal, maka kegagalan itu harus bisa Anda tanggung dan jangan sampai membuat Anda terpuruk. Itu sebabnya, kalau Anda bijak dalam memutuskan untuk menjadi entrepreneur, Anda tetap akan bisa bangkit berkali-kali kembali meski jatuh. Tentu, seperti kata pak Dahlan Iskan di salah satu kesempatan, "Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda."

Selamat menjadi entrepreneur!

Rabu, 18 Oktober 2017

Prinsip2 4 Disiplin eksekusi

PRINSIP-PRINSIP 4 DISIPLIN UNTUK MELAKSANAKAN EKSEKUSI Jalan keluar untuk ke-4 permasalahan dalam eksekusi adalah Rangkaian Latihan Kedisiplinan yang harus dipraktekkan oleh setiap Tim Kerja dengan Semangat Tinggi. Keempat Rangkaian Kedisiplinan Diri tersebut adalah : 1. FOKUS PADA WILDLY IMPORTANT GOAL Setiap orang dalam tim haruslah mengerti dengan jelas akan prioritas-prioritas utama yang akan membawa kesuksesan dan membuat komitmen terhadapnya. Wildly Important Goal adalah hal yang harus diutamakan atau dicapai, sebab jika tidak, goal lainnya tidak ada artinya lagi. 2. BERTINDAK PADA LEAD MEASURE Setiap orang harus tahu dan memiliki komitmen terhadap sedikitnya aktivitas pekerjaan "80/20" yang akan memberikan dampak yang terbesar. Setelah itu, dengan menggunakan lead measure, setiap orang dapat mengukur kemajuan pencapaian kinerja mereka. 3. MEMBUAT SCOREBOARD YANG MEMOTIVASI Dengan adanya scoreboard, setiap orang bisa melihat kemajuan pencapaian tujuan mereka setiap waktu. Dengan scoreboard mereka bisa mengukur ketika mereka sedang menang ataupun kalah. Scoreboard ini akan memotivasi orang untuk menang. 4. CIPTAKAN IRAMA AKUNTABILITAS Setiap orang melaporkan secara teratur dan berkala mengenai perkembangan pencapaian goal/tujuan. 4 (empat) Disiplin Eksekusi berbicara tentang bagaimana Saudara dapat mencetak hasil nyata dan bermakna. Ke-4 Disiplin itu digambarkan dalam tanda panah karena mereka menunjuk ke pencapaian atas hasil. Panah-panah ini digambarkan dari kanan ke kiri karena tim kerja yang baik akan mengeksekusi dari kanan ke kiri - dimana mereka akan secara konsisten bertanggungjawab dan ikut andil untuk melaporkan setiap performa tugas mereka berdasarkan lead measure yang telah ditentukan, dimana setelah semuanya berdampak pada pencapaian Wildly Important Goal dari Tim Kerja. Penggunaan Scoreboard yang memotivasi pada disiplin 3 adalah pusat dari metode 4 Disiplin. Wildly Important Goals (diutarakan pada disiplin 1) dan Lead Measure(Disiplin 2) haruslah selalu ditampilkan di scoreboardsehingga tim kerja Saudara bisa melakukan sesuatu terhadap pergerakan hasilnya. Sementara, Ciptakan Irama Akuntabilitas (Disiplin 4) digambarkan melingkari setiap disiplin yang ada karena itulah yang menyatukan segala sesuatu. Disiplin 1, 2, dan 3 tidak akan berhasil tanpa Disiplin 4, yang merupakan pertanggungjawaban yang mau tidak mau harus dilakukan secara berkala dan teratur terhadap Wildly Important Goal dan Lead Measure yang tercatat di Scoreboard. Aliran panah dalam lingkaran berarti segala sesuatu yang dilakukan akan mempengaruhi pertanggungjawaban. 

Jumat, 13 Oktober 2017

HADIAH BESAR BUAT RED OCEAN WARRIOR SEJATI

HADIAH BESAR BUAT RED OCEAN WARRIOR SEJATI

Semenjak Blue Ocean Strategy nya Chan Kim dan Renee Mauborgne semakin populer, semua strategi bisnis produk or Brand yang mau muncul dipasar seolah-olah diarahkan untuk memposisikan diri sebagai Blue Ocean Mode. Seolah-olah ketika seseorang ingin memulai BISNIS JAMAN NOW, untuk mempertinggi probabilitas kesuksesannya, Blue Ocean adalah seperti menjadi rumus WAJIB.

Singkatnya Blue Ocean Strategy itu kaya gini, Kita diarahkan untuk menciptakan Produk atau Brand dengan value proposition yang unik, sehingga menemukan ceruk marketnya sendiri. Alih-alih bertarung Head to Head dengan para penguasa pasar 'incumbent', Blue Ocean strategy memilih menciptakan gelanggang mereka sendiri atau 'uncontested market' dimana disitu tidak akan ada persaingan, perkelahian dan pertumpahan darah seperti di gelanggang READ OCEAN. Inilah yang mereka maksud "Make the competition irrelevant", karena masing-masing punya gelanggangnya sendiri.

Ini adalah strategi yang SANGAT LUAR BIASA jika diterapkan pada SITUASI YANG TEPAT. Looh.. berarti strategi ini tidak bisa sembarangan diterapkan dong? Kalo kata KIDS Jaman NOW... DEFINITELY, YES.
Ada batasan-batasan yang semestinya sudah didefinisikan secara jelas ketika sebuah bisnis mau mengeksekusi sebuah strategi.

Sebagaimana seorang pilot yang harus mendapatkan data dengan detail dan akurat tentang bentangan awan yang ada dihadapannya.
Sebelum benar-benar mendekati awan tersebut ia harus bisa memutuskan, apakah melewatinya dengan santai, melewati dengan konsekuensi guncangan-guncangan yg tetap bisa dikendalikan, atau mengarahkan pesawat untuk menghindari awan tersebut jika menurut hasil analisis sama sekali tidak memungkinkan menghempaskan pesawat menembus awan tersebut. Seperti awan Cumulonimbus (Cb) maupun Lenticular yang banyak memakan korban dalam dunia penerbangan.

Seorang pilot tidak bisa langsung mengambil jalan memutar, menghindari resiko untuk menghindari awan tanpa melakukan analisa terlebih dahulu terhadap awan yang akan mereka hadapi.
Kenapa ga boleh? Kan bagus dong, lebih aman menghindari semua resiko.

Sebuah institusi bisnis ada satu hal yang membatasi ruang geraknya. Apa itu? RESOURCES atau sumber daya. Dan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan resources inilah yang akan menentukan bisnis ini akan PROFITABLE atau tidak.
Kalau pilot selalu mengambil jalan memutar ketika berpapasan dengan awan tebal, memang sih mereka tidak akan menemukan kendala dalam flight. Tapi ia membuang-buang banyak resources. Pertama bahan bakar jelas kebuang. Kedua yang kedua WAKTU.

Gampangnya seperti ini, misal Anda mau pergi ke kampung sebelah yang lewat jalan normal cuman 1 kilometer. Ternyata di jalur itu ada kawanan tukang palak yang selalu minta duit sama orang yang lewat. Jika Anda murni menjalankan Blue Ocean dan menghindari konflik dengan pemalak, Anda bisa ambil jalan rute aman bebas palak tapi dengan konsekuensi Anda ambil jalan memutar sejauh 5 kilometer.

Dan setelah beberapa kali melalui jalan memutar Anda ternyata baru dapat info bahwa kawanan pemalak tadi ternyata masih anak-anak SD. Sedangkan Anda sendiri sudah punya anak-anak SD.. he he.. Nyesel ndak kira-kira ambil jalan muter sejauh 5 kilo hanya karena pemalak yg ternyata masih ingusan tadi. He he..

Jangan pernah berpikir bahwa strategi Blue Ocean adalah sebuah strategi yg semudah tertulis di atas kertas. Dalam teori segmentasi pasar ada parameter yang namanya Points of Parity (POPs) atau seberapa mirip produk kita dengan yang sudah ada di pasar, dan Points of Difference (PODs) atau seberapa beda produk kita dengan yang ada di pasar. Semakin tinggi POPs artinya produk Anda RED OCEAN banget. Sebaliknya semakin tinggi PODs maka produk Anda semakin unik dan beda dengan yang Anda di pasar.

POPs tinggi memang beresiko akan ada baku hantam dengan pelaku pasar eksisting. Namun ada keuntungan yang luar biasa jika Anda mampu menang duel lawan kompetitor. Keuntungan terbesar adalah tingginya POPs artinya tipikal barang Anda sudah sangat dihafal pasar. Anda tidak perlu bikin produk awareness dan edukasi pasar mulai dari nol. Dengan kata lain kategori produk yg Anda garap sudah masuk ke fase EARLY MAJORITY dimana barang sudah mainstream.

Jika sebuah produk baru dengan PODs tinggi alias sangat nyeleneh, ketika ia ingin masuk ke pasar ada beberapa fase yang harus ia lewati sebelum menjadi mainstream. Pertama fase Innovators, kemudian fase Early Adopters baru bisa masuk ke fase mainstream yakni Early Majority dan Late Majority. Dan hambatan terbesarnya adalah membawa produk menyeberang dari Early Adopters ke Early Majority. Diantaranya terhampar "Chasm" atau jurang yang menganga dimana bisnis dengan produk-produk baru terperosok didalamnya.

Jadi sebenarnya dengan menggunakan analogi pemalak anak SD tadi, ketika Anda memutuskan mengambil jalan memutar tadi Anda tidak sepenuhnya aman, ada lubang menganga di jalan lain yang siap menjerumuskan Anda jika Anda tidak mengantisipasinya. Ada JEMBATAN (BRIDGE) yang bisa Anda gunakan untuk menyeberangi jurang or lubang tadi. Namanya MARKETING. Hanya marketing yang kuat mampu menyeberangkan Anda dengan selamat dari fase EARLY ADOPTERS ke EARLY MAJORITY dengan mulus. Dan mestinya Anda bisa kalkulasi di awal, biaya Anda berantem dengan pemalak tadi dengan biaya bikin jembatan.

Jika ternyata pengorbanan yang Anda keluarkan untuk jalan memutar dan bikin JEMBATAN jauuuuh lebih besar daripada berantem sama pemalak tadi, ini artinya Anda sudah membuat kesalahan perhitungan bisnis yang amat fatal.

Ini sebenarnya yang mendasari kenapa dulu Gmail lebih memilih bertarung secara RED OCEAN dengan Yahoo dengan Ymail nya. Meskipun Ymail sudah masuk pasar lebih awal (8 Oktober 1997), Google tidak gentar untuk menantang incumbent meskipun baru masuk 7 tahun kemudian dengan versi Beta nya.

Gmail bukanlah produk baru yang menawarkan email nyeleneh apalah-apalah dibanding tipikal email pada umumnya. Namun skema penawaran yang diajukan Gmail jelas jauh lebih menggiurkan dan menganak-SD kan si Ymail. Gmail mengajak si Ymail untuk perang storage.

Bayangkan, Ymail saat itu masih keukeuh dengan storage 200 MB harus dihantam dengan offering 10x lipat storage nya si Ymail alias 2 GB. Dan menariknya itu ditawarkan secara FREE alias gratis tis.

Apakah Google dengan penawaran gila nya saat itu mengorbankan segala-galanya untuk mengkebiri si Yahoo. Tidak juga sih.. Google lebih jeli melihat statistik aja. Meskipun ia menawarkan kapasitas 2 GB, namun statistik penggunaan email saat itu, ditambah dengan keterbatasan kecepatan internet pada masa itu juga gak jauh-jauh dari 200 GB. Jadi meskipun ia offer kapasitas 2GB, tapi yang kepake juga paling banter ndak lebih dari sepersepuluhnya. Namun secara psikologis.. apa yang dilakukan Google jelas lebih murah hati ketimbang si Yahoo.

Coba bayangkan jika saat itu Google lebih memilih bertarung secara BLUE OCEAN dan memilih memainkan jenis email lain misal VoiceMail atau VideoMail yang jelas-jelas beda dengan tipe email yang ditawarkan Yahoo. Belum tentu Gmail akan se sukses sekarang.
Dengan menawarkan tipe layanan yang serupa dengan Yahoo, Google tidak perlu banyak effort untuk mengedukasi pasar.
Ia cukup bilang aja ke pasar... "Ehhmmm...Layanan ku sama kaya si Yahoo koq.. cuman..kapasitasnya aja yang jauuuuhhh lebih besar."

Kejelian Google mengukur dan menganalisa kekuatan lawan membuatnya tidak perlu mengambil jalan memutar.

Keputusan RED OCEAN STRATEGY yang mereka ambil saat itu adalah sebuah strategi bisnis yang sangat brilian yang pernah dicatat sejarah.

Tulisan ini janganlah disalah artikan untuk mendiskreditkan BLUE OCEAN STRATEGY dan mengagungkan RED OCEAN, sama sekali tidak.
Pada banyak kasus, ketika hegemoni incumbent terlalu kuat, ketika menurut perhitungan Anda tidak sanggup menghadapi pertempuran berdarah, maka BLUE OCEAN adalah opsi yang paling rasional.

Ini hanyalah sedikit pengingat bagi kita, bahwa ada analisa-analisa yang harus kita lakukan di depan yang membantu kita merumuskan strategi.
Setiap strategi ada konsekuensi yang harus kita bayar. Dan janganlah terlalu sering membayar untuk sesuatu yang mestinya tidak perlu hanya karena kekurang bijakan kita memahami situasi kapan sebuah strategi dipilih dan dieksekusi. Bagaimanapun juga efektifitas dan efisiensi penggunaan resource atau sumber daya yang kita miliki untuk mencapai goal sebuah bisnis adalah sebuah prioritas.

Saya selalu menegaskan pada klien-klien Saya.. benar atau tidaknya strategi yang kita ambil, sangat ditentukan seberapa detail kita dalam melakukan SITUATION ANALYSIS. Kealpaan kita mengidentifikasi lubang-lubang dalam analisa kita akan berujung pada persepsi yang salah pada keadaan bisnis kita.

Pada ujungnya tidak ada satu strategi yang sifatnya SILVER BULLET atau satu strategi sakti yang ampuh untuk semua macam bisnis.

Setiap bisnis adalah UNIQUE. Jadi meskipun produk yang dijual sama, strategi yang di implementasikan boleh jadi berbeda. Resources yang dimiliki oleh si pelaku bisnis lah yang menentukan strategi apa yang paling sesuai untuk bisnis tersebut.

Sekali lagi analisis..analisis dan analisis. Seteliti dan secermat mungkin sebelum Anda menentukan strategi. Pemahaman dan penyikapan yang salah atas situasi bisnis yang Anda hadapi, akan berakibat pada nasib bisnis Anda kedepannya.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Penulis.
Saiful Islam

Senin, 02 Oktober 2017

finansialLiteracy

Serial Bisnis #FinansialLiteracy
Bisnis yg bangkrut bukan karena bisnis itu rugi, tapi bisnis yg bangkrut karena kehabisan Cash (run out of cash) -》 OCF nya negatif, kmudian dia tdk mampu membiayai operasionalnya shg ada 3 pilihan:
1. Inject (menambah) modal (sendiri atau menambah investor)
2. Hutang (Supplier/lembaga keuangan)
3. Menutup bisnisnya

Apakah bisa sbuah bisnis yg profit tapi mengalami hal demikian?
Jawabannya BISA, lalu kemana uangnya?
Ada bbrpa kmgkinan
1. Berada di Account Receiveble (Piutang)
2. Over Inventory
3. Loss (hilang di tengah jalan) -》 ini yg perlu penelusuran, dan jika catatan keuangannya tdk lgkap, maka tdk ada jalan lain selain 'diikhlaskan', hehe...

Maka, dashboard keuangan menjadi 1 hal yg wajib dimiliki dan dipantau rutin oleh para bisnis owner, karena itu ibarat display "kokpit" pesawat kita dan dari situlah dasar kita mengambil keputusan2 dalam bisnis, shg tanpa adanya display tsbut smakin tinggi bisnis kita maka sesungguhnya bisnis dalam kondisi berbahaya karena qt tdk memiliki info2 akurat ttg ketersediaan Bahan bakar, ketinggian, temperatur dll dari kendaraan bisnis qt shg bisa jadi tiba2 bisnis kita menabrak bukit, jatuh kehabisan bahan bakar atau terbakar mesinnya

Solusinya adalah SEGERA buat sistem keuangan, karena sehebat apapun marketing anda, sebesar apapun profit anda ketika run out of cash hidup anda tidak akan tenang dan bisnis anda bisa bangkrut

Bisnis yg besar tdk slalu membuat anda gembira tapi bisnis yg kuat akan menggembirakan

Grow your bisnis and create more money

#finansialLiteracy