Senin, 18 Januari 2021

4 pilar penting dlm bisnis

Sebagai pendahuluan, saya ingin menyampaikan bahwa ada 4 pilar penting dalam bisnis yang harus kita miliki..

Setidaknya.. Ini menurut saya😄

1️⃣ Mindset positif 
🍃 Berani menentukan target, berkumpul dengan komunitas yang positif, semangat kerja keras, sabar dan menikmati proses, konsisten dll
☘️
Mindset ini penting, sebagai pondasi awal untuk bergerak, supaya nggak jadi orang yang baperan, punya visi misi yang besar dan mampu memberikan pengaruh yang baik untuk orang lain. 

2️⃣ Personal Branding
Bagaimana kita ingin dipersepsi oleh orang lain... Misal Eh mb Ria itu siapa sih? Maka kita harus bangun Branding itu... Kita mau dikenal sebagai apa. 
☘️Branding ini penting untuk meningkatkan loyalitas orang ke kita

3️⃣ Kemampuan Marketing 

Produk ini mau dijual ke siapa? Dimana menemukan mereka? Caranya bagaimana? Ini adalah ranah marketing
☘️Untuk menemukan target market yang pas yang mau membeli produk yang kita pasarkan. 

4️⃣ Kemampuan Selling
Ketika kita sudah menemukan target market yang tepat, maka selanjutnya kuasai teknik Closing.
☘️Tujuannya mengkonversi target market yang ada tadi menjadi sebuah penjualan

Gimana sih cara Ngiklan ??

Gimana sih cara Ngiklan ??

Bagi sebagian besar orang, penawaran itu mengganggu! Kecuali menawarkan sesuatu yang gratis!

Saat kita jalan ke pusat perbelanjaan, lalu ada sales yang menawarkan kartu kredit dengan segala macam keuntungan yang menggiurkan. Bagi saya pribadi, itu sangat mengganggu. 
Apalagi menjual produk kita di social media dengan iklan yang ditawarkan secara brutal, men-tag, broadcast, inbox, mention atau apapun bentuknya. 

Jadi, salah satu cara menjual dengan elegan adalah berhenti menawarkan. Karena tanpa penawaran dan ajakan membeli pun, kita bisa menjual produk pada orang. Laris pula!


Menjual produk tanpa penawaran dengan covert selling, customer justru bertambah ketika menjual tanpa penawaran dan ajakan apapun. Karena orang sangat merasa nyaman membaca iklan-iklannya.

Ini berlaku bagi teman-teman yang memilih jalan rezeki sebagai anggota Multi Level Marketing (MLM), Network Marketing dan kawan-kawannya.
Kenapa banyak orang yang akhirnya kesal dengan MLM? Yang saya amati bukanlah produknya yang jelek atau perusahaannya yang tak profesional. Bukan itu, karena produk MLM biasanya sangat berkualitas. Yang membuat citra MLM negative di negeri ini adalah  para anggotanya yang secara brutal menawarkan, mengajak, dan merekrut. 

Fokus saja pada produk kita. Ceritakan saja apa keunggulannya. Tak perlu sibuk menawarkan. Biarkan orang menilai. Percayalah, tak perlu waktu lama, produk kita akan laku!

“perlukah follow up orang yang sudah tertarik dengan produk kita?
Boleh saja kalau mau di follow up. Tapi hanya sekedar mengingatkan atau sekedar influence sedikit. Tak perlu berlebihan mem-follow up dengan terus menerus mengirimkan pesan tulisan kepada calon customer. Atau malah dalam situasi tertentu, tak perlu ada follow up sama sekali .. dan saya yakin Anda lebih paham, kapan harus follow up, dan kapan tak perlu follow up

Ketika customer memang sangat tertarik dengan produk kita, mereka akan membelinya kok. Tenang saja… mungkin ada yang lupa transfer. Cukuplah sekali saja mengingatkan. “Mbak, barangnya udah siap dikirim. Kalau sudah transfer, boleh kabari saya ya?”
Biasanya kalau customer memang serius membeli, dia akan menjawab, “Oh iya mbak, Saya lupa transfer. Sore ini saya transfer ya. Makasih ya sudah diingatkan.”

Sebagian besar manusia tak senang ditawari iklan, mulai saat ini berhentilah menawarkan. Karena untuk bisa punya produk yang laris, tak perlu ditawarkan. Sebab, produk yang sudah mati-matian ditawarkan belum tentu laris. Jika masih ingin menawarkan, tawarkanlah tanpa terlihat sedang menawarkan. 

Itu sebabnya di covert selling kita menyembunyikan nomor kontak dan harga. Karena sebagian besar, iklan para penjual online mencantumkan harga dan nomor kontak, dan bentuknya selalu berupa PENAWARAN.

Maka di covert selling  kita akan melakukan hal yang sebaliknya. Wajib hukumnya menyembunyikan harga, dan nomor kontak. Agar kita bisa menyembunyikan hasrat menawarkan, hasrat mengajak membeli,  hasrat menjual, dan sejenisnya. 

Sebenarnya, kita bisa tetap mencantumkan nomor kontak. Syaratnya, tak boleh terlihat seperti seperti menawarkan sedikitpun. Tak boleh ada kesan ajakan atau perintah membeli sedikitpun. 

Kita perlu berhati-hati dengan kalimat berakhiran ”tanda tanya” dan “tanda seru” karena biasanya berpotensi  penawaran, ajakan atau bahkan perintah membeli. Jika sudah ada kalimat penawaran, ajakan, atau perintah, maka bisa dipastikan itu iklan biasa. Bukan iklan covert. Karena Iklan covert hanya berakhiran titik. 

Dengan begini, calon customer tak akan merasa bahwa kita sedang menawarkan sebuah produk padanya. Mereka tetap tahu bahwa kita jualan, mereka juga tetap tahu cara menghubungi kita, tapi mereka tetap merasa nyaman dengan iklan kita. Karena kita tak menawarkan secara blak-blakan kepada mereka.

Pada dasarnya, penjualan itu mirip dengan orang mencari jodoh sebagai pendamping hidup. Saat mencari jodoh, nyaris tak ada yang melakukannya secara tiba-tiba. Tak ada yang bertemu di pinggir jalan, lalu mengajaknya menikah, kan ?
Nah, begitupun penjualan.

Di tahun 1961, jagoan marketing yang bernama Robert J Lavidge dan Gary A Steiner menciptakan sebuah model yang mereka sebut dengan The Hierarchy of Effects Model.

Ada 3 fase yang akan dilewati banyak orang, ketika akhirnya memutuskan membeli. 3 fase itu ialah, Think, Feel, dan Do.

Fase Think, ada 2 langkah yang akan dilewati orang sebelum masuk ke fase selanjutnya yaitu awareness (menyadari) dan Knowledge (mengerti).
Ada saat pertama kali customer menyadari keberadaan sebuah produk. Kemungkinan besar orang belum akan membeli. Calon customer akan mencari tahu lebih jauh tentang produk yang baru dilihatnya. Ia akan mencoba masuk ke langkah “mengerti” (knowledge).  

Fase feel, seseorang akan mulai bermain-main dengan perasaannya. Setelah nyadar ada produk bagus dan ngerti keunggulannya, maka muncullah getaran perasaan tertentu.
Calon customer mulai senang (liking) dengan produk yang ditawarkan. Semakin lama, perasaan senang semakin meningkat, levelnya naik. Calon customer semakin naksir (preference) produk yang diiklankan penjual.

Fase Do, customer sudah sangat yakin (conviction) bahwa produk itu wajib dibeli. Hingga akhirnya memutuskan untuk membeli (purchase) produk tersebut. 

Menurut saya, sebagai penjual hanya perlu fokus pada fase Think saja. Kenapa ? Karena apapun yang dipikirkan , maka itulah yang dirasakannya. 

What you think is what you feel.

Sehingga kita hanya perlu “bermain-main” dengan pikirannya. Maka, perasaannya akan mengikuti. 
Jadi yang perlu kita lakukan sebagai penjual adalah :
Mengiklankan produk kita dengan iklan yang memunculkan awreness dari calon customer, terutama untuk calon customer yang belum pernah mengetahui keberadaan kita.
Mengiklankan produk kita dengan iklan yang mengedukasi calon customer terkait produk kita. Dengan cara apapun yang bisa membuat calon customer memahami seluk beluk produk kita.

Edukasi dahulu,
Insyaallah closing produk kemudian :)

Ilmu Covert Selling - Ki Jendral Nasution

🍎 *Sudah ngiklan..sedikit yang like, komen, dan respon*

🍎 *Sudah ngiklan..sedikit yang like, komen, dan respon*

Jawab👇🏻

Sudah rahasia umum..kalau masyarakat Ind.pelit untuk like, share, n komen... 
jelas jelas tulisan bagus bnget...cuma ninggalin kalimat  di kolom komentar *Ijin copas ya*😬 padahal fb sdh mnyediakan kolom share..tp g mau..

Masih untung kalau ijin copas dicantumin sumbernya..terkdang nggak...hmm...


Ya...teruslah berpromosi, selingi dengan kalimat-kalimat edukasi, berbagi hal yang bermanfaat...tidak perlu berharap like, koment, share...

Toh media promosi yang kita gunakan gratis...


Jd tetep fokus dan konsisten.

Itu di satu sisi.

🥒 *tapi..di sisi lain*

Kenapa itu terjadi? Ya kita evaluasi..mungkin:
1. Timing ngiklan kita nggak pas...pas orang lg sibuk kerja..kiga ngiklan..eh...g ada yg liat..

2. Kalimat iklanny kurang *nendang* harus banyak latihan dan latihan...baca buku, ATM gaya para mastah dalam beriklan..dll

3. Kalau ngiklanny fia fb...coba liat..daftar pertemanan kita jml ny ada berapa, sudah merupakan Target Market atau sekedar *pokokny berteman* saya tidak tau itu siapa...hehe

4. Personal branding yang kurang kuat.

Bagaimana cara membangun personal branding mbak?

Nah ini butuh waktu tersendiri buat ngebahasnya

Kamis, 12 Maret 2020

Pagi-pagi saya sudah dapat *broadcast* iklansebel? nggak!

Pagi-pagi saya sudah dapat *broadcast* iklan

sebel? nggak!

Tugas saya adalah mengedukasi kalau broadcast memang bisa dipakai untuk menaikkan penjualan tapi tidak dengan menjejali BC dengan iklan, nanti orang bukannya beli malah delcon kita #berasa BBM

Makanya saya langsung info ke beliau *hai say, kalau mau BC biasakan dimulai dengan kenalan*


Dan insyaAllah kalau udah kenalan, lalu jadi temen baik, dia bisa kepoin status kita dan terjadi transaksi deh

Maka, inilah yang akan saya jadikan materi pagi ini


Bagaimana temen baik kita yang ada di database wa itu ngerasa seneng aja baca status kita dan akhirnya beli deh :)

*materi kita pagi ini adalah gimana biar iklan kita di wa itu nggak bikin orang sebel dan mereka nggak ngerasa diiklanin lalu akhirnya beli*


Kayaknya semua kepengen kan punya kecanggihan seperti itu

*salah satu* sarana WA yang powerfull banget adalah STORY di WA alias MENYETATUS WA


Banyaaak banget yang belum memaksimalkan potensi menyetatus di wa, kalaupun sudah bisa menyetatus kebanyakan hanya upload gambar saja seperti halnya katalog online


padahal yang dibutuhkan teman di WA lebih dari itu

*JADI* sebetulnya WA ini banyak banget pengaruhnya untuk bisnis kita

Sayangnya nggak semua orang _ngeh_ dengan sarananya yang bisa naikin omzet dalam waktu cepat

*MAKA* dalam kulwa ini saya mau memberikan tahapan bagaimana menyetatus di WA yang kemudian bikin orang akhirnya membeli tanpa merasa diiklanin

*PADA DASARNYA* semua orang suka belanja namun entah kenapa mereka tak suka diiklanin :)


Saya juga sama kok, kalau ada yang ngiklan terus aduuh pala pening banget hahahah


Kadang ada yang ekstrim: langsung blokir aja

*SATU* Bangun dulu interaksi dengan penghuni WA melalui status WA

Misalnya dengan menuliskan:

hai apa kabar, dear? 
Assalamualaikum


Kata interaksi itu memancing banget database Anda akan bermunculan menjawab

*DUA* Berikan status yang bermanfaat kaitkan dengan bisnis yang dijalankan

Misal:
Anda jualan gamis, bisa berikan tips menarik seputar penjualan kami

Misalnya:
> ternyata kalau berjualan gamis musti paham loh siapa yang mau beli gamisnya, misal ukuran badan, warna kulit, hingga aktivitasnya biar terjadi penjodohan antara gamis dan pembeli #tips penjual gamis

> Mak tahu nggak,  kalau gamis bunga-bunga besar itu nggak boleh dipakai oleh yang ukurannya besar, karena badan bisa jadi keliatan besar #tips penjual gamis

Dari hastag #tips penjual gamis aja udah ketahuan kan Mak jualan apa? :)

*TIGA* Secara terbuka sangat boleh ucapkan selamat ulangtahun atau perayaan lain pada database di WA


Misal:
mak Evelin met milad yaa, moga makin sukses bisnisnya
Mak Santi, selamat milad pernikahan ya, samawa selamanyaaa, aamiin

*EMPAT* Evaluasi secara terbuka

Boleh banget bikin status wa begini

Misal:
Yang pernah beli gamis ke saya, mau dong krisannya
Yang ngerasa pelanggan saya, ditunggu di reply nih, ada kejutan hohoho

Memancing banget kan untuk membuat pelanggan Anda kontak Anda kembali

*LIMA* baru deh mulai PROMOSI dengan cara elegan


Kalau sudah melakukan 4 tahapan diatas promosi jadi makin lancar

Ngiklan yang berasa nggak ngiklan ini contoh kontennya adalah 


> Nggak nyangka banget gamis merah ini laris manis diserbu dari awal dilaunching ampe sekarang, kira-kira kalau lihat foto ini, alasannya apa ya gamis ini bisa laku?

1. yang baca konten jadi merhatiin foto
2. yang baca jadi kasih masukan ke kita hoho


> Padahal mukena ini dibikin 1.000 doang tapi yang PO ampe 2.000, kenapa ya mukena ini bikin orang mupeng? 

1. yang baca konten jadi merhatiin foto
2. yang baca jadi ikutan mupeng

Nah, *LAKUKAN 5 HAL DIATAS* maka program ngiklan Anda akan tepat sasaran dan orang nggak berasa diiklanin saat sebetulnya Anda sedang beriklan

Namun jika kontak wa hanya 1000 orang, maka yg akan lihat status wa kita hanya kurleb 100 orang saja

Apalagi jika kurang dari 1000

Maka *SANGAT PENTING* selalu menambah kontak WA setiap hari. Namun harus saling save kontak WA

Kalo salah satu yang save, maka tidak akan bisa melihat status wa nya

Jika teman wa kita 2000, maka yang melihat status kita hanya sekitar 200 orang. 

Akan meningkat jd 500 orang atau lebih jika dan hanya jika kita sapa dengan sering mereply status wa orang lain atau sapa secara langsung nyicil setiap hari

Diniatkan Silaturahim Online InsyaAllah ttp dapat pahala dan kebaikan

Jika ingin lakukan cara cepat, maka saya mengajak teman teman untuk mengikuti training online via WA dan telgram *Training Optimasi Whatsap* namanya *BOW*

4P INI LHO YANG JADI PILARNYA PEMASARAN*

 *4P INI LHO YANG JADI PILARNYA PEMASARAN*

Yuuuuppps, kalau masalah memasarkan produk mah udah menjadi kebutuhan semua pebisnis, yaaaa.
Tapi tahukan temen-temen bahwa bukan hanya desain flyer aja ternyata yang harus dipercantik. Strategi pemasaran jugak perlu ternyata...

hmmmm apa aja sih pilarnya kalau mau menyusun promosi biar lebih syantiiiek..

ini dia..

1. PRODUCT.
Ya iyalaaaaah ngomongin pemasaran pasti musti ada produk atau jasa yang dijual, yaaaa. Produk ini tentunya harus memenuhi kebutuhan pasar, ya.
Nah produk yang dijual harus didesain dengan konsep tertentu, yaaa. Konsepnya harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
-Apa yang diharapkan oleh pelanggan dari produk yang kita jual?
-Apakah kebutuhan pelanggan terpenuhi oleh produk yang kita jual?
-Bagaimana konsumen menggunakan produk yang kita jual?
-Spesifikasi produk kita apa?
-Apa yang menjadi pembeda dari kompetitor?
-Siapa target market produk kita?

2. PLACE
Yesssss... sekarang pilar kedua, yaaaaa.
Temen-temen harus juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
-Dimana produk itu dijual?
-Apakah di market place sudah tersedia?
-Dimana saja kalau mau beli produknya offline ataupun online?
-Kalau ada distributor, apa yang menjadi pembeda antara distributor, reseller dan pusat yang memproduksi?

3. PRICE
Yes jangan kelewat ini juga harus bisa dijawab:
-Seberapa bernilai produk anda untuk pembeli?
-Jika ada yang menjual produk dengan jenis yang sama, apa yang menjadi pembeda?
-Diskon seperti apa yang selalu laris untuk dibeli?

4. PROMOTION
Yuuuups yang terakhir menyusun promosi.
Setelah mengetahui semua jawaban diatas, mari lengkapi dengan jawaban pertanyaa-pertanyaan dibawah ini:
-Kapan dan dimana waktu yang tepat untuk berpromosi?
-Apakah media promosi yang digunakan terjangkau oleh masyarakat?
-Adakah isu yang bisa dimanfaatkan untuk promosi?
-Apakah promosi produk kompetitor mempengaruhi alur promosimu?
-Bagaimana agar target market mengerti kelebihan produk anda?

TIPS KHUSUS BUAT PRODUSEN BIAR BANJIR ORDERAN

TIPS KHUSUS BUAT PRODUSEN BIAR BANJIR ORDERAN

=====
===================

Menjadi produsen itu banyak hal yang harus diurus.

Antara lain produksi (seperti mencari bahan baku, bagaimana produksinya, bagaimana packingnya, dll) hingga mengelola jaringan pemasaran juga.

Nah, ada yang sudah siap menjadi produsen?

Ikuti langkah-langkah ini, ya:

Satu, memilih produk.

Pastikan produk Anda harus berbeda dengan produk yang sudah ada di pasaran.

Kalau pun produk tersebut sudah ada di pasaran, maka Anda harus kenali apa keunggulan produk Anda.

Dua, persiapkan brand.

Pilih nama merek yang eye catching dan mudah diucapkan, sehingga lebih mudah diterima oleh konsumen.

Tiga, kenali hulu ke hilir.

Menjadi produsen maka Anda harus mengurus semua hal, dari hulu ke hilir.

Contoh mengurus dari hulu seperti: siapa vendor kainnya? atau beli bahan mentah di mana yang akan Anda jadikan produk jadi?

Empat, riset.

Jangan asal produksi barang tanpa riset agar produknya kelak bisa sesuai dengan selera target market.

Makanya, tidak mudah menjadi produsen karena Anda harus memikirkan semua hal, dari 

hulu ke hilir. Jadi, berlatihlah jadi pemasaran dulu.

Lima, STOP BAPER.

Jangan sampai,

Nggak nemu bahan kain yang pas, langsung merasa nggak bakat berbisnis.

Produksi pertama dan gagal, langsung mutusin stop berbisnis

Karena, menjadi produsen itu banyak sekali tantangannya dan harus siap dihadapi.

Tantangan tidak hanya muncul dari sisi produksi saja.

Menjadi produsen, juga kerap menghadapi tantangan dari segi pemasaran.

Antara lain, gimana buat marketer semangat jualan, angka penjualan pernah menurun, konsumen mulai jenuh jadi harus pintar cari inovasi, gimana mengelola jaringan pemasaran, dan yang lainnya.

Coba bayangkan ketika menjadi produsen,

pernah harus menghadapi tantangan dari produksi dan pemasaran sekaligus?

Keduanya butuh solusi cepat dan tepat agar bisa bersinergi antara produksi dengan tim pemasaran.

Enam, PERBANYAK ILMU.

Ibaratnya,

Sebelum terjun berbisnis, Anda sudah punya “senjata” untuk menghadapi semua tantangan.

Apapun tantangannya itu.

Dari mana pun tantangan itu.

Tujuh, tentukan Anda butuh tim pemasaran apa?

Misalnya, apakah butuh distributor, atau agen, atau reseller, atau hanya butuh marketer saja dulu?

Delapan, tentukan apa benefit dan tugas mereka.

Anda harus buat rancangan, berapa target penjualan yang harus dicapai setiap hari, atau setiap minggu, atau setiap bulan.

Seimbangkan dengan berapa keuntungan yang bisa mereka dapatkan dari setiap penjualan.

Anda bisa menyiapkan satu atau beberapa bonus bagi tim pemasaran yang berprestasi sebagai motivasi.

Sembilan, tentukan jumlah tim pemasaran yang ingin Anda lakukan.

Anda harus punya target sendiri, yaitu ingin punya tim pemasaran berapa orang?

Contohnya gini,

Anda ingin punya 100 marketer.

Artinya, setiap hari melakukan prospek 20 orang per hari, dengan target 2 orang tertarik menjadi marketer.

Maka, Anda bisa meraih 100 marketer dalam waktu 50 hari.

Segera buat pengumuman kalau Anda membuka peluang bisnis dengan menjadi tim jaringan pemasaran Anda.

Anda bisa memasang di status FB, izin ke admin komunitas bisnis untuk mengumumkan peluang bisnis tersebut, dan lainnya.

Contoh di Indblack punya standart tim pemasaran itu IRT, paham gadget, punya teman FB minimal 1000 orang.

Sepuluh, buat kurikulum.

Sambil mencari marketer, Anda bisa membuat kurikulum untuk tim pemasaran.

Karena setiap hari Anda harus menyiapkan materi untuk pembinaan.

Antara lain:

Hari pertama => kasih product knowledge

Hari kedua => pentingnya berteman dengan 10 orang yang baru.

Hari ketiga => kasih tips prospek

Hari keempat => tanya apa saja masalah di lapangan

Hari kelima => training menjawab masalah di lapangan 1 (selalu ditolak saat prospek).

Hari keenam => training menjawab masalah di lapangan 2 (edukasi karena dibilang produknya mahal).

Dst.

Sebelas, buat grup.

Langkah terakhir adalah membuat grup sebagai pusat komunitas Anda dengan para tim pemasaran. 

Nah, kemudian pertanyaan muncul, “Teh, gimana agar kita mendapatkan kepercayaan, agar mereka mau bergabung di tim pemasaran kita?”

Siap melakukan 11 tips di atas?

Jumat, 06 Maret 2020

MENUNDA PENUNDAAN

MENUNDA PENUNDAAN

Ada pengalaman menarik saat Mastermind Bali beberapa hari yang lalu...

Salah satu peserta ada yang memiliki masalah terkait produktivitas.

Ya, dia ngerasa dirinya gak produktif. To do list hariannya banyak banget, tapi alih-alih dikerjain satu per satu, eh malah jadi bikin puyeng dan gak ada yang dikerjain. Pernah ngalamin juga? ??

 

Dulu saya ngalamin begitu, sampai akhirnya saya sadar bahwa ini tidak baik untuk nasib saya kedepannya.

 

Akhirnya Saya mencari tahu cara agar bisa lebih produktif setiap harinya. Beberagai tools produktivitas saya beli. Berbagai macam buku tentang produktivitas saya beli. Tapi, gak ngefek.... ?? #tepukjidat

 

Usut demi usut, masalah terbesarnya bukan di luar, tapi ada di dalam diri sendiri. Ya, saya tidak punya alasan cukup kuat kenapa harus begitu produktif setiap harinya. Efeknya, nunda-nunda terus. Dalam bahasa psikologis, namanya prokrastinasi.

 

Setelah menyadari hal itu, akhirnya saya mencoba dan berusaha keras untuk berubah. Alhasil, setelah berjuang mati-matian, dibandingkan orang-orang terdekat, produktivitas saya terbilang cukup tinggi. Qodarullah...

 

Izin Allah, 9 buku behasil saya tulis dalam 6 tahun terakhir. 5 ebook gratis sudah saya tulis sejauh ini. Sertifikasi Hypnosis, Hypnoterapist, NLP, Public Speaking, dll, sudah saya ambil. 30 keilmuan bisnis dan internet marketing sudah saya pelajari. Ribuan buku dalam dan luar negeri sudah saya baca. Ratusan status Facebook beredukasi tinggi sudah saya post. Puluhan ecourse dalam dan luar negeri sudah saya ikuti. dst. Alhamdulillah...

 

Apa rahasianya?

Let me tell you what I do...

Pertama, IMPIAN BESAR.

Apa impian terbesar Anda dalam hidup?

 

Cobalah buat 1 angka. Angka yang memaksa Anda untuk terus melakukan tindakan yang menantang setiap harinya.

Misal, 1 triliyun per tahun, 10.000 kamar kos-kosan, 1000 properti di 40 kota, 100 bisnis sebelum 40 tahun, atau apapun itu.

Alhasil, harus besar, kudu membuat pikiran Anda berkontraksi setiap hari.

Kita yang senantiasa menunda-nunda pekerjaan, biasanya terlalu nyaman dengan keadaan. Impiannya terlalu kecil.

 

Salah satu kawan dekat saya, omsetnya sebulan udah miliaran, mobilnya mewah, rumahnya megah, tapi hidupnya gitu-gitu aja, seakan terbuai dengan pencapaian hidup yang menurut saya belum seberapa. Ini bahaya. Zona nyaman itu bahaya. Yang membuat zona nyaman bahaya ya karena kenyamanannya itu.

 

Growing or Dying!
Kalau gak tumbuh, mati...

 

Seseorang yang terbuai dalam zona nyaman, dia sebenarnya sedang berada dalam kemunduran...

Karenanya, ayo buat impian besar.

 

Impian yang menantang Anda untuk mencapainya. Angka yang memaksa Anda untuk bergerak setiap harinya. Tindakan yang menantang Anda untuk makin menggila dalam kebaikan.

 

Kedua, ALASAN KUAT.

Anthony Robbins pernah bilang, tidak ada orang yang tidak memiliki motivasi, yang ada hanyalah mereka yang tidak punya alasan kuat untuk bergerak.

 

Jika impian sering diidentikkan dengan angka-angka, maka alasan sering digambarkan dengan sosok tertentu.

Ya, cobalah jawab pertanyaan berikut ini.

Demi siapa Anda sukses?
Demi siapa Anda rela capek-capek kerja setiap hari?
Demi siapa Anda berjuang mati-matian setiap hari?

Demi siapa...

Ya, tentu demi orang-orang tercinta, bukan?

Anak kita...
Pasangan kita...
Orang tua kita...

Ya, mereka adalah sumber energi dan alasan terbesar kita dalam bergerak.

Sayangnya, jika hanya tiga sosok itu saja, tidak cukup. Karena banyak orang di luar sana, mereka sudah mampu memberikan nafkah terbaik untuk anak, pasangan, dan orang tuanya, tapi selesai disitu saja.

 

Maka, kita harus menambah 1 sosok dalam hidup kita. Siapa itu?

Orang-orang di sekitar kita...
Saudara-saudara kita...
Ummat Islam... Bangsa Indonesia...

 

Ya, income 100 juta lebih dari cukup untuk menghidupi anak, pasangan, dan orang tua kita, tapi tak akan pernah cukup untuk menghidupi jutaan orang di Indonesia...

 

Mereka harus menjadi alasan terkuat kita dalam bergerak. Sehingga saat kita berada dalam prokrastinasi, atau merasa tidak produktif, energi mereka jauh lebih besar buat kita dibandingkan penundaannya itu sendiri.

 

Ayo pikirkan saudara-saudara kita...

Banyak dari mereka yang hidupnya lebih menderita dari kita...

Banyak dari mereka yang kebingungan mau makan apa...

Banyak dari mereka yang kesulitan menjemput rezeki dari-Nya...

Ayo kita bantu. Jadilah manusia terbaik. Mereka yang bermanfaat untuk sesama...

 

Ketiga, MENGINGAT KEMATIAN.

Bagi saya, ini adalah energi terbesar kenapa kita harus menyegerakan kebaikan dan tidak menunda-nunda lagi.

Seringkali kita berpikir gini:

"Ah, besok aja deh..."
"Masih ada besok, nyantai aja..."
"Kalau bisa dikerjain besok, ngapain sekarang..."

Ah, itu adalah beberapa alasan yang seringkali terucap dan keluar dari mulut orang yang suka nunda-nunda dan kehilangan produktivitas. Padahal, mereka gak sadar, kematian bisa datang kapan saja. Seakan mereka yakin bahwa akan diberi umur panjang, sampai esok hari...

2 hari yang lalu Saya kehilangan ayah mertua saya (abah, ayahnya istri).

Saya benar-benar kaget dan terpukul. Padahal, seminggu sebelumnya, abah & mamah baru saja mengurus paspor untuk keberangkatan umroh bulan depan. Tapi Allah berkata lain, Allah memanggilnya. Koper umroh yang ada di rumah membuat air mata saya terus mengalir setiap kali menatapnya. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun... ??????

Kematian menjadi sinyal dan pengingat terbaik untuk kita agar senantiasa berbuat kebaikan. Setiap harinya. Bekal akhirat kelak.

Yuk jangan nunda-nunda lagi...

Tundalah penundaanmu. Sampai kapan? Sampai ajal tiba...

Semoga Allah memberkati dan melapangkan rezeki, waktu, dan usia kita untuk senantiasa melakukan kebaikan.