Selasa, 03 April 2018

REDEFINISI NEGARA

REDEFINISI NEGARA
Oleh: A. Ku
=====

Jinping langsung tancap gas pekan ini dengan melakukan restrukturisasi birokrasinya. Reshuffle kabinet terbesar pasca 1998 di masa Zhu Rongji ( 15 kementerian dan lembaga negara), kini Jinping merestrukturisasi 9 kementerian dan lembaga negaranya. Bentuk restrukturisasi, jelas meniru pola WHITE HOUSE dibawah Donald Trump. Dalam perkembangannya, Jinping mengakui efisiennya pemerintahan AS dibawah Trump terutama untuk menghadapi situasi global yang  fragile dan tak menentu seperti saat ini.

Apa yang berubah? Pemerintahan China akan semakin sentralistik. Restrukturisasi besar-besaran ini memotong jalur birkorasi yang mempengaruhi setidaknya 24 lembaga-lembaga negara di level daerah dan pusat. Bocorannya, 8 pos menteri dan 7 pos badan negara dihapus. Sedangkan beberapa kementerian dan lembaga negara akan dimerger secara tematik dan tugas baru. Woooohhhooooo, kebayang kalau kejadian di Indonesia ya? 🤔😅😅😅

Nah, yang menarik nih. Di restrukturisasi pemerintahan China, ada beberapa hal yang menjadi fokus Jinping:

1) Penggabungan kementerian kebudayaan & ICT.
untuk penguatan strategi OBOR dan mendukun tim lobby Luar Negeri China yang baru saja dibentuk. It's beyond technology

2) Pembentukan Kementerian Sumber Daya Alam.
Kementerian ini bertugas untuk melakukan pendataan potensi wilayah dan melakukan pengembangan komoditas masing-masing wilayah berbasis R&D. Keren banget gak siiiihhhh !!!

3) Pembentukan Badan Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana, yang bertugas untuk mitigasi bencana, mengatasi dampak global warming ( xixixixi, artinya China mengakui ya...global warming & protokol kyoto itu), dan pengelolaan air bersih.

4) Penggabungan lembaga moneter: perbankan, lembaga penawasannya dan asuransi.
Hal ini terkait dengan ledakan  NPL kredit dalam negeri di tingkat mikro akibat menjamurnya industri Financial Technology. Sehingga kontrol negara susah dan dalam jangka panjang mengubah karakter ekonomi masyarakat China. Dari produktif menjadi konsumtif yang kini membuat pertumbuhan ekonomi negara ini, stagnan di angka 6.3%.😑

5) Pembentukan Kementerian Veteran.
Agar tidak lepas dari akarnya, Pemerintah China kini juga memberi perhatian serius pada para veteran. Mengikuti jejak Amerika Serikat. Dimana veteran-veteran itu menjadi asset nasional karena saksi hidup perjalanan kebijakan pemerintahan. Intinya, JAS MERAH...agar tidak terjatuh pada lubang kesalahan yang sama.

Hal ini dampak dari peningkatan anggaran pertahanan China. Peningkatan gaji militer dan tunjangan veteran. Bagian strategi penguatan militer!

6) PEMBENTUKAN BADAN NASIONAL MARKET RESEARCH
Naaaaah...ini nih! Yang ngeri-ngeri sedap. Multi disiplin dan ada perwakilan tiap wilayah untuk menggodog strategi dagangnya. China sangat amat serius menyusun strategi negaranya untuk 5 tahun ke depan. Khususnya untuk CREATING THE MARKET. Sudah tidak lagi FOLLOW THE MARKET. Huaaaaaaaaa...gimana ini kita? Pa kabar Paket-paket Kebijakan Ekonomi kita?

7) Pembentukan Kementerian Clean Energy
Nah....China pun mulai fokus untuk kebijakan energi hijau. artinya pasar biomassa, carbon, logam tanah jarang menjadi amat sangat terbuka. Selain dari matahari, gelombang laut dan air terjun.I see big opportunities for Indonesia lho disini.  Tapi ya dengan catatan ini itu.

8.)Penguatan Lembaga Anti Korupsi
Jinping semakin memperkuat lembaga anti rasuah di negara nya di semua lini. Bukan hanya penyelenggara negara, mitra pemerintah pun kini semakin tidak kebal hukum.

9) Reformasi Perpajakan
China pun tak mau ketinggalan dengan AS untuk memicu pertumbuhan domestiknya. Reformasi sistem pajak untuk kemudahan usaha berikut berbagai insentif disiapkan. Termasuk mengubah kebijakan di industri manufaktur dimana China pun  kini mengaku Hak Kekayaan Intelektual secara terbatas.

Hmmmm....setidaknya itu kebijakan-kebijakan strategis yang diambil oleh Jinping  hari ini. Mereka mau melakukan REDEFINISI dan REPOSISI NEGARA selama benderanya tetap berkibar. Jelas China akan semakin tersentralistik, tetapi memang untuk kendali menghadapi arus perubahan eksponensial saat ini....IMHO, ini adalah strategi yang terbaik

Bagaimana kita? Siapkah semua pihak melakukan REDEFINISI dan REPOSISI masing-masing para pihak, lepas SARA untuk konteks bernegara kita? Our Nation Building? Oya....lembaga-lembaga negara yg seperti dibikin Jinping kita udah punya semua lho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar