Rabu, 12 April 2017

Hafalkan Meski Tidak Hafal-hafal

Hafalkan Meski Tidak Hafal-hafal

Tetap "ISTIQAMAH" menghafal, meskipun TAK HAFAL-HAFAL, barangkali lewat pintu itu, Allah Ingin memberikan banyak karunia-Nya...

Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.

Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah anda menghafal untuk mencari kebaikan.

Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada' dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?

Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan anda menikmati taman itu. Terseyumlah.

Ketika anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.

Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.

Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikangenin ayat.

Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

Menghafal tak hafal-hafal, tandanya anda di pintu hidayah. Tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.                                                              Istiqamah... Istiqamah dan terus ISTIQAMAH... Itulah jalan kemuliaan.

Baarakallahu fiikum..
Smoga jadi Nutrisi.

👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🌹💐🌹💐💐💐💐💐💐💐

Mengibas debu di sprei kasur tempat tidur*

*Mengibas debu di sprei kasur tempat tidur*

Informasi yang sangat berharga!

Hikmah di balik mengibas debu di sprei kasur sebelum tidur.

Mengapa kita harus mengibas debu seprai kita?

Ini adalah apa yang kita akan ungkapkan dan di sinilah tantangan ilmiah dan kesimpulan oleh para ilmuwan Barat:

Ketika seseorang tidur beberapa sel-sel mati dan jatuh ke spreinya
Dan setiap kali kita bangun ia akan akan tertinggal di belakang dan terakumulasi. Sel-sel mati ini tidak terlihat oleh mata telanjang dan hampir tidak dapat dihancurkan.

Ketika jumlah sel-sel mati meningkat maka akan dengan mudah menembus kembali ke dalam tubuh yg menyebabkan penyakit serius.

Ini ilmu Barat mencoba untuk menghancurkan sel menggunakan berbagai disinfektan seperti dettol dan sejenisnya, tapi semua sia-sia.
Sel-sel mati tidak pindah atau menghilang.

Salah satu ilmuwan mengatakan, ia mencoba mengibas debu 3 kali seperti dalam Hadis dan tercengang  menemukan bahwa semua sel-sel mati menghilang !!

Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa pergi ke tempat tidur, ia harus mengibas debu di kasur tidurnya tiga kali, karena dia tidak tahu apa yang ditinggalkan"

Kebanyakan orang berpikir itu adalah cara menghilangkan serangga kecil tapi tidak tahu bahwa masalah ini jauh lebih besar dari itu.

Hal ini sangat menyedihkan bila menemukan bahwa kebanyakan dari kita mengabaikan ajaran Nabi ﷺ.

Silahkan di share ini dan biarkan seluruh dunia tahu bahwa apa pun perintah Allah SWT adalah untuk kepentingan dan kebaikan manusia. سبحان الله.

Selasa, 11 April 2017

TAHUKAH KITA?

TAHUKAH KITA?

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur'an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan..

*taukah anda*....?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

*taukah anda*.....?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

*taukah anda*.....?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

*taukah anda*......?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

*taukah anda*......?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

*taukah anda*......?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: "sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku' atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut".
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah... dan tahanlah lebih lama ruku' dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

*taukah anda*.......?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

*taukah anda*.......?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

*taukah anda*.......?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

Silahkan SHARE ! semoga bermanfaat & Semoga menjadi amal Jariyah kepada yang membagikan. Aamiin Allahuma Aamiin

Ubah Niat Jadi Semangat, Karena Berbisnis Bukan Cuma Rencana!*

*Ubah Niat Jadi Semangat, Karena Berbisnis Bukan Cuma Rencana!*

Entrepreneur saat ini memang telah menjadi sebuah profesi yang menjadi dambaan banyak orang. Maka tak ayal bila kemudian lahan bisnis tiap tahun semakin bertumbuh. Banyak hal menjanjikan yang memang ditawarkan profesi ini untuk bisa memperoleh sebuah kesukesan sejati dan kehidupan yang layak.

Hadirnya pengusaha-pengusaha muda menandakan dan membuktikan bahwa kini profesi bisnis telah menjadi sebuah fenomena yang menggejala di masyarakat. Sayangnya, saat berbisnis telah banyak digemari orang, ada sebagian dari mereka yang mengalami kesulitan untuk mewujudkan niat mereka untuk berbisnis.

*Berbisnis memang harus diawali dengan sebuah niat dan semangat bisnis yang kuat.* Tapi tidak sedikit dari para calon pebisnis ini yang kemudian mengalami kegagalan karena ternyata mereka tidak memiliki niat dan tekad yang kuat saat akan memulainya. Mereka acapkali ragu dan dilanda kekhawatiran pada sebuah risiko yang ada pada bisnis.

Setelah hal ini dialaminya, mereka bukannya melawan dan terus mengalahkan rasa ragu itu, mereka justru terus diselimuti rasa khawatir dan akhirnya membuat mereka tenggelam dan gagal menjadi pebisnis. Maka dari itu untuk Anda yang ingin jadi pebisnis, alangkah baiknya Anda memperhatikan beberapa teknik berikut ini untuk membantu mewujudkan niat bisnis yang Anda miliki, 😊

*1. Cari Teman-teman Baru*
Teknik pertama untuk wujudkan niat berbisnis adalah dengan mencari teman-teman yang baru. Untuk menjalankan sebuah bisnis, pengusaha memang tidak bisa bekerja sendirian. Mereka butuh partner atau mitra yang bisa membantu dan mendukung kegiatan bisnis Anda. Mencari teman yang berlatar belakang sebagai pebisnis memang menjadi solusi Anda untuk bisa mewujudkan niat berbisnis Anda. Dengan mendapatkan teman sesama pebisnis Anda akan selalu mendapatkan motivasi untuk mewujudkan niat bisnis.

Motivasi memang sebuah hal yang penting untuk Anda yang akan mengawali bisnis, karena umumnya keraguan dan kekhawatiran akan menghinggapi para pebisnis pemula yang bisa mengancam niat awal bisnisnya. Namun saat Anda memiliki teman pebisnis dan bergaul dengan mereka maka saat Anda diliputi rasa ragu ini, teman-teman Anda akan memberikan dukungan dan motivasi untuk Anda untuk mengubah rasa ragu itu menjadi sebuah keyakinan.

*2. Carilah Panutan Bisnis*
Para pengusaha yang sudah bergerak sebelum Anda dan sukses bisa menjadi panutan dan acuan bagi Anda untuk mewujudkan niat berbisnis Anda. Dengan mempelajari sejarah hidup dan kisah perjalanan bisnisnya, Anda akan mendapatkan ilmu dan motivasi agar Anda bisa memulai niat bisnisnya dengan baik. Kisah dan pengalaman dari para pengusaha juga akan membuat Anda mendapatkan inspirasi yang akan bermanfaat.

Untuk mempelajari kisah dan pengalaman para pengusaha ini Anda bisa memiliki banyak pilihan media yang bisa digunakan seperti buku otobiografi atau biografi, artikel di internet atau melihat channel video di televisi atau YouTube.

*3. Cintai Apa yang Kamu Kerjakan*
Bisnis adalah sebuah kegiatan yang harus membuat Anda harus bergelut dengannya setiap saat dan setiap waktu. Maka dari itu saat mengawali niat Anda untuk berbisnis, Anda harus memiliki modal kecintaan atau passion yang tinggi terhadap bidang bisnis yang akan Anda geluti.

Dengan memiliki passion yang kuat diawal, Anda tak akan kesulitan lagi saat akan mewujudkan niat bisnis Anda. Karena yang terjadi adalah Anda akan terdorong oleh kekuatan yang besar dalam diri Anda untuk terus bergerak dan mengalahkan rasa ragu dan khawatir yang mendatangi Anda.

*4. Hancurkan Mitos Tentang Bisnis*
Terakhir, teknik untuk sukses mewujudkan niat berbisnis adalah dengan melawan dan menghancurkan mitos-mitos yang ada dalam bisnis. Bisnis memang sesuatu yang acapakali memiliki banyak mitos yang ternyata tidak semuanya benar. Maka dari itu Anda sebagai calon pengusaha, harus selalu bersikap kritis terhadap mitos-mitos yang datang kepada Anda entah dari orang atau sesuatu yang Anda ketahui dari media.

Mitos bisnis ini memang sangat berbahaya bagi Anda yang akan memulai dan mewujudkan niat bisnis. Karena saat Anda terprovokasi dengan mitos ini, maka mental Anda akan down dan gagal mewujudkan niat berbisnis Anda. Namun saat Anda berhasil menghancurkan mitos bisnis yang tidak benar ini, maka Anda akan terus bergerak dengan sebuah keyakinan untuk mewujukan impian Anda berbisnis.

*Sudah semakin mantap niatnya dan siap menjalankan rencana?*
Cari teman baru, cari guru, cintai, dan abaikan hal-hal negatif yg bisa memecah fokus.

Ambil setiap kesempatan yg ada dan jadikan hal tersebut adalah *momentum pengupgradean diri*. ✨

Jumat, 07 April 2017

Syarat daftar izin makanan, minuman ke BPOM untuk pemula*

*Syarat daftar izin makanan, minuman ke BPOM untuk pemula*

Bagi teman teman dan para juragan yang ingin mendaftarkan Produk nya dan baru pertama kali menginjakan kaki nya ke BPOM saya yakin anda pasti bigung dengan langkah awal apa yang mesti di lakukan.

Untuk mendaftarkan makanan atau minuman ke BPOM anda harus ke alamat 
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333

Di gedung B Lantai 3 Direktorat Penilaian Keamanan Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan.

Setelah sampai ke lantai 3 tepat di depan pintu masuk anda langsung ambil nomer antrian berwarna kuning dan segeralah masuk untuk menunggu panggilan nomer antrian yang barusan anda ambil dari pegawai operator loket.

Untuk para pemula saya sarankan untuk datang lebih awal, karna kalau sudah menjelang siang lantai 3 akan bertambah sesak dengan hadirnya para regulatory yang sudah terbiasa melakukan pendaftaran.

Setelah nomer antrian anda di panggil, hampiri petugas loket tersebut dan sampaikan keperluan anda, untuk pemula saya sarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas konsultan yang di  jadwalkan bertugas hari itu.

Dalam tahap konsultasi tanyakan hal-hal yang memang anda tidak mengerti.

Seperti kelengkapan dokumen, parameter yang harus di tes analisa oleh labolaturium yang ter akreditasi, keterangan Label, jenis kategori pangan nya apa ? dan semua yang anda benar2 tidak mengerti.

Setelah konsultasi sebaiknya anda segera pulang dan siapkan document antara lain :

1. Produk Dalam Negeri

Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD :

Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.

Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut
a. Umum

Berkas makanan, minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter berwarna merah;

Berkas makanan diet khusus dalam map snellhecter berwarna hijau;

Berkas makanan fungsional, makanan rekayasa genetika dalam map snellhecter berwarna biru.

b. ODS

Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru;

Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah.

Semoga Bermanfaat

Rabu, 05 April 2017

Bisnis itu bukan tujuan,

Assalamu'alaikum

Share dari
*Dewa eka prayoga*

Bisnis itu bukan tujuan, tetapi sebuah jalan membangun KEKAYAAN, yang dengan kekayaan itu membuat kita bisa melakukan BANYAK KEBAIKAN…”

Karena bisnis itu hanya sekedar jalan (wasilah), maka jangan jadikan bisnis ini SEGALANYA dalam hidup Anda. Misalnya, Anda menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan uang banyak melalui bisnis Anda. Pokoknya Anda nggak mau tahu, pokoknya duitnya banyak! INI SALAH…

Apalagi di zaman sekarang ini tawaran-tawaran bisnis untuk menggunakan “Cara Sesat” itu sangat banyak. Alhasil, nilai-nilai spiritual terus dilanggar untuk mendapatkan yang namanya U.A.N.G. BAHAYA! Bagaimana Allah mau ngasih rezeki dan penghasilan banyak kalau kitanya sendiri selalu melanggar aturan-aturan-Nya?

Sadar nggak sadar, banyak orang di luar sana yang awalnya berniat bangun bisnis, malah jadi bangun masalah.

“Jika bisnis tidak dijadikan Wasilah untuk Ibadah, bisnis akan menjadi Masalah”

Bayangkan apa jadinya Anda jika bisnis yang Anda jalankan ini menjadi sumber masalah utama dalam kehidupan Anda. Anda semakin…

Jauh dari Allah
Lupa kepada Allah
Mengantarkan kita kepada neraka Allah
Jauh dengan Keluarga
Tidak pandai Bersyukur
Terus-terusan Bermaksiat
Enggan Beribadah
Enggan Berdoa
Malas Berikhtiyar
Sombong dan Riya
dan sejenisnya
Apakah Anda menginginkan hal-hal seperti tersebut diatas?
Saya yakin jawabannya adalah TIDAK, bukan?

Mulai sekarang, mantapkanlah hati Anda bahwa bisnis hanya sekedar wasilah (jalan), tujuannya Lillah (Allah).

😇😇😇

Minggu, 02 April 2017

EKONOMI ILAHIAH

EKONOMI ILAHIAH

*Titik Tolak Yang Bernilai Robbani (Ilahiah)*

Part ½

Pertama: Ekonomi Islam adalah ekonomi Ilahiah, karena titik berangkatnya dari Allah, tujuannya mencari rido Allah dan cara-caranya tidak bertentangan dengan syariat-Nya. Kegiatan Ekonomi, baik produksi, konsumsi, penukaran, dan distribusi, diikatkan pada prinsip Ilahiah dan pada tujuan Ilahi. Manuasia muslim berproduksi, karena memenuhi perintah Allah, sebagaimana firman-Nya:

“Dia-lah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah dari sebagian rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu kembali setelah dibangkitkan.”

Karena itu seorang muslim merasa ketika menanam, bekerja ataupun berdagang, bahwa dengan amalnya itu ia beribadah kepada Allah. Semakin bertambah kebaikan amalnya, semakin bertambah pula taqwa dan taqorrubnya kepada-Nya. Ketika mengkonsumsi dan memakan dari sebaik-baiknya rizki, ia merasa tengah memenuhi perintah Allah, seperti firman-Nya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi……” (QS. Al Baqoroh: 168)

Ia menikmatinya dalam batas kewajaran dan kesahajaan, sebagai bukti ketundukkannya kepada perintah Allah:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rizki yang baik?”

Juga firman-Nya:

“Dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.”

Ketika mengkonsumsi dan menikmati berbagai harta yang baik, ia menyadari bahwa itu semua merupakan rizki dari Allah dan nikmat-Nya kepadanya, yang wajib disyukurinya, sebagaimana firman Allah ketika mengisahkan negeri Saba’ :

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ dan tanda-tanda (Kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun disebelah kanan dan disebelah kiri (kepada mereka) dikatakan: “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Tuhanmu, dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (negeri) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang maha pengampun.”

Juga firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al Baqoroh: 72)

Bahkan ayat-ayat Al Quran menunjukkan bahwasanya Allah memberikan rizki yang baik kepada mereka, agar mereka dapat bersyukur. Firman-Nya:

“……Dan Allah memberikan kepadamu rizki yang baik, supaya kamu bisa bersyukur.” (QS. Al Anfaal: 26)

Juga firman-Nya:

“……Dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Seorang Muslim ketika membeli dan menjual, menyewakan dan memperkerjakan, melakukan penukaran dengan yang lainnya dalam harta atau berbagai kemanfaatan, ia selalu tunduk kepada aturan Allah dalam muamalahnya.

Ia tidak akan berusaha dengan sesuatu yang haram, tidak akan mengembangkan usahanya dengan cara yang haram, tidak akan melakukan riba, tidak akan melakukan penimbunan, tidak akan berlaku zalim, tidak akan menipu, tidak akan berjudi, tidak akan mencuri, tidak akan menyuap, dan tidak akan menerima suapan.

Seorang muslim akan beramal pada ruang lingkup yang jelas-jelas halal dan menjauhkan diri dari areal yang jelas-jelas haram.

Ia akan menjaga diri seoptimal mungkin dari hal-hal yang syubhat, karena ingin membersihkan keberagamaan dan kehormatannya, menjauhkan diri dari areal yang haram, atau khawatir jauh terperosok kedalamnya. Ia betul-betul menjaga segala perintah dan larangan Allah seperti firman-Nya:

“………Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…….” (QS. Al Baqoroh: 275)

“Wahai sekalian orang-orang yang beriman, janganlah kamu sekalian memakan harta kamu dengan cara yang bathil, kecuali jual beli atas dasar saling meridhai…….” (QS. An Nisaa: 29)

“Wahai sekalian orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah segala yang tersisa dari riba, jika kamu sekalian benar-benar beriman. Jika kamu sekalian tidak melakukannya, maka Allah dan Rosul-Nya akan memerangimu….. ” (QS. Al Baqoroh: 278-279)

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil, dan (janganlah) kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari pada harta benda orang itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui” (QS. Al Baqoroh: 188)

Disadur dari buku: “Daurul Qiyam wa Akhlaq fil Iqtishodil Islam” penulis : Dr. Yusuf Qardhawi